SuaraBandung.id - Masih terdapat pemahaman di kalangan umat Islam yang menyatakan bahwa apabila seseorang meninggal dunia maka orang di sekitarnya tidak boleh menangis, bahkan jika berada di dekat mayit orang yang meninggal tersebut.
Pemahaman itu diluruskan oleh Buya Yahya, ia mengatakan bahwa tidak ada larangan bagi seseorang untuk menangis.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa air mata yang menetes ke mayat tidak menjadikan mayat tersebut tersiksa.
Menurut Buya Yahya, menangis adalah sesuatu yang biasa, bahkan jika kita melarang orang menangis maka itu sama saja dengan menyiksa.
Buya Yahya mengungkapkan dalam hal ini menangis yang tidak diperbolehkan yaitu apabila seseorang menangis sampai menjerit-jerit dan jika seseorang berwasiat agar kita menangis.
"nabi menangis waktu sayidina ibrahim wafat, putra beliau, jadi itulah kesalahpahaman di masyarakat, kalau orang menangis," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya kemudian mengungkapkan bahwa menangis untuk menghilangkan kesedihan, menangis wajar itu diperbolehkan.
"tapi kalau dibuat-buat, anda bohong dong, nangis ini kesalahpahaman, kita punya catatan fiqih salah paham, nyiksa orang gara-gara salah paham, mau nangis nggak boleh nangis, ini terserah anda, wajar menangis," Buya Yahya menambahkan.
Buya Yahya menegaskan bahwa mayat tidak akan tersiksa karena seseorang menangis.
Baca Juga: Jelang Duel Lawan Persija Jakarta, Kabar Baik Datang dari Persib Bandung
"Bikin mayat itu tersiksa, tidak ada itu semuanya, kecuali kalau mayat berwasiat untuk jerit-jerit, yang nggak boleh jerit-jerit sampe nyakar itu yang gak boleh," Buya Yahya menegaskan.
Buya Yahya juga mendoakan semua orang yang pernah diuji dengan berbagai ujian termasuk meninggalnya keluarga, ia berdoa agar semuanya menjadi bahagia termasuk orang yang meninggal dan telah berada di alam barzakh.
Buya Yahya menjelaskan tentang tangisan terhadap mayit itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 8 Juni 2022.
Berita Terkait
-
Ikrar Terkait Hak Waris, Buya Yahya: Jangan yang Paling Kaya Malah Dikasih
-
Informasi Negatif dan Fitnah, Buya Yahya: Kita Sudah Terlatih dengan Permusuhan
-
Mimpi Disetubuhi dengan Selain Suami, Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Budaya Menunggu Anak dan Kerabat, Orang Tua Meninggal Dunia, Buya Yahya: Memang Bisa Menghidupkan Lagi?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati