"Artinya di dalam tubuh Polri sendiri tidak mampu memantau karier seseorang (anggota), tidak mampu memantau kepribadian seseorang (anggota Polri)," katanya.
Melihat apa yang terjadi pada Teddy Minahasa, Susno Duadji lantas menaruh curiga.
Dia bertanya-tanya, apakah jabatan strategis Teddy Minahasa diperoleh karena kekuatan uang sang jenderal.
"Saya juga curiga. Apakah karena Pak Teddy Minahasa ini punya kemampuan finansial yang lebih, sehingga dia dipromosikan sampai tiga kali jadi Kapolda," ucap Susno Duadji.
"Saya pernah menyatakan dalam satu forum. Kok seperti tidak ada orang lain saja. Seorang jadi Kapolda sampai tiga kali sampai empat kali, sedangkan yang lain bermimpi saja tidak boleh," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Teddy Minahasa ditangkap dan ditempatkan di ruang khusus.
Teddy Minahasa ditangkap karena diduga terlibat jaringan narkoba di tanah air tercinta Indonesia.
Kasus yang membelit Teddy Minahasa saat ini diduga menyalahgunakan jabatan Kapolda Sumatera Barat untuk bisa mendapatkan dan menjual barang bukti sabu 5 kg ke penadah di Jakarta.
Sebagai anggota Polri, Teddy Minahasa dikenal sebagai jenderal dengan kekayaan berlebih.
Baca Juga: Rumah Seorang Lansia di Sukabumi Rata dengan Tanah Dibakar Anaknya Sendiri
Pada 31 Desember 2021, Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) mencatat jika Teddy Minahasa memiliki kekayaan total sebesar Rp 29,9 miliar lebih.
Dia juga memiliki aset tanah dan persawahan di Kota Pasuruan dan Malang, Jawa Timur.
Jika dikalkulasi, kekayaan Teddy Minahasa memiliki nilai total aset hingga Rp 25 miliar.
Nilai itu belum termasuk kendaraan mewah motor Harley Davidson Solo senilai Rp 650 juta hingga mobil Jeep Wrangler senilai Rp 750 juta.
Mantan Ketua Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), ditaksir memiliki nilai Rp 2 miliar dari kendaraan yang ada. (*)
Berita Terkait
-
Gagal Jadi Kapolda Jatim, Irjen Pol Teddy Minahasa Terancam Jadi Tahanan Polda Metro Jaya
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Musuh dalam Selimut? 30.000 Orang Bisa Tewas Jika 10 Kg Sabu sang Jenderal Beredar Lagi
-
Dugaan Tertangkap Akibat Penyalahgunaan Narkoba, Tagar Kapolda Jatim Menggema di Twitter: Ya Tuhan, Ditangkap Karena Jual Sabu
-
'Tak Sanggup Dibendung' Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta Akhirnya Dicopot
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati