SuaraBandung.id - Ajaran yang benar tentang Tuhan akan menjadikan seseorang memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan kepada Tuhan.
Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Gus Baha. Ia mengungkapkan bahwa sekalipun seseorang berada di negara yang maju secara administratif, orang itu akan tetap beriman jika telah menerima ajaran yang benar.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Khairaz Zaadit Taqwa, berikut ulasannya.
"Kenapa mereka di mana-mana meskipun sekolah di Amerika, di Australia, bahkan di Uni Soviet, ketemu. Itu barokahnya ajaran yang benar," ungkap Gus Baha.
Gus Baha lalu menjelaskan bahwa sifat Allah sebagai satu-satunya yang wujud sebelum adanya makhluk lain menjadikan kenikmatan lain di dunia tidak mengubah pendirian seseorang.
"Allah itu siapa? Tuhan. Tuhan itu sifat dasarnya apa? Awwal, dia harus wujud awal sebelum makhluk yang lain, sehingga ketika ada negara yang maju yang tertib, manajemennya tertib, masyarakatnya makmur tapi punya Tuhan yang tidak seperti itu, tidak Awwal, itu sudah nggak nyaman," jelas Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengatakan bahwa tidak ada yang lebih hebat dari tuhan yang memiliki sifat Awwal. Selain itu, zat yang dianggap paling hebat adalah zat yang tidak rusak dan tidak mati.
"Karena ndak lah, keren Tuhan saya tuh Al Awwal, datang pertama. Tuhan saya keren lah, zat yang nggak mati, sehingga tontonan atau yang dilihat kenikmatan-kenikmatan yang lain ini tidak mengubah dia pendirian tentang tuhan," kata Gus Baha.
Setelah itu, Gus Baha juga mengungkapkan bahwa dengan hal itu maka keyakinan seseorang tidak akan berubah meskipun dijanjikan secara finansial ataupun kemakmuran.
Baca Juga: Tangis Ibunda Brigadir J Lihat Foto Penuh Luka Korban: Hancur Hati Kami
"Karena mantapnya satu kalimat tadi bahwa Tuhan itu ya harus satu, harus Awwal,harus tidak mati, tidak rusak, tidak ngalami apa-apa yang membahayakan. Sehingga ketika ditawari Tuhan yang lain, meskipun menjanjikan secara finansial atau kemakmuran, mereka nggak tertarik," pungkas Gus Baha.
Berita Terkait
-
Status yang Luar Biasa Ini Dipuji oleh Nabi, Bagaimana Bisa? Gus Baha: Ilmu Hakikat
-
Tidak Marah Saat Kejelekan Diri Disebutkan oleh Orang Lain, Apa Resepnya? Ini Kata Gus Baha
-
Apabila Seorang Suami Cerai dengan Istrinya, Gus Baha: Mahar Jangan Diambil Lagi
-
Tidak akan Masuk Surga Tanpa Adanya Usaha dan Jerih Payah, Buya Yahya: Dibalas oleh Allah
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?