/
Rabu, 30 November 2022 | 08:23 WIB
Momen Anies Baswedan saat pamit ke Pemuka Agama Hindu. Rocky Gerung melihat jika istana sadar betul jika Anies Baswedan semakin membahayakan. (Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih)

Melihat itu semua, Rocky Gerung melihat jika istana sadar betul jika Anies Baswedan semakin membahayakan.

Istana mulai sadar betapa “berbahayanya” Anies bagi kelangsungan kekuasaan mereka. 

Padahal menurut Rocky Gerung, Anies baru memulai kunjungannya setelah menuntaskan tugas menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Faktor relawan Anies yang bahkan datang dari kader-kader partai penguasa juga dinilai Rocky sebagai modal berharga Anies dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Bagi istana dia bisa hitung yang disebut efek berantai ini kalau sudah separuh Indonesia itu diasuh relawan Anies ya sudah pemilu selesai sebetulnya, ini euforia susah dipahami,” ujar Rocky.

“Orang menganggap ya mau siapa kek Calon Jokowi yang pokoknya Anies tak ada lawannya dan itu yang kan ditularkan oleh yang disebut Voluntarisme atau kesukarelaan politik ini. Sementara di sisi Jokowi kesukaraelaan itu membutuhkan dana, uang, panitia, dan poster kan itu tertinggal, Anies tanpa Poster kemana-mana orang sudah ikut,” jelasnya. (*)

Artikel ini juga tayang di Warta Ekonomi, Jakarta berjudul Anies Baswedan Bukan Orang Indonesia Asli Jadi Nggak Bisa Nyapres, Omongan Rocky Gerung Bikin Auto Mingkem: Siapa Orang Indonesia Asli?

Load More