Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Jalan Jemur Andayani, Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Peresmian AMN pertama ini sekaligus mendandai pencanangan pembangunan AMN di Makassar dan Manado. Total akan ada 6 AMN di seluruh Indonesia hingga 2024 nanti.
"Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada sore hari ini saya resmikan Asrama Mahassiwa Nusantara Provinsi Jawa Timur serta pencanangan pembangunan Asrama Mahasiswa di Makassar dan Manado," kata Jokowi.
Pembangunan AMN ini dicanangkan Jokowi pada 2021 melalui Perpres 106 Tahun 2021. Sejumlah lembaga dan kementerian dilibatkan dalam program ini, antara lain pemerintah provinsi, Kementerian PUPR, Kemendikbudristek, Kemenpora, dan BIN sebagai katalisator.
Jokowi mengatakan, Bangsa Indonesia sangat beragam suku, ras, agama. Keragaman itu harus menjadi kekuatan, bukan kelemahan.
"Inilah pentingnya Asrama Mahasiswa Nusantara agar kita saling mengenal, saling mengetahui adat dan budaya masing-masing, dan menjadi rukun dan kompak. Artinya keberagaman itu yang menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Hati-hati, keberangaman Indonesia adalah kekuatan, bukan kelemahan. Kalau kelemahan artinya gampang diadu-adu domba, nggak, ini adalah kekuatan," kata Jokowi.
Sebagai katalisator program AMN se-Indonesia, Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dalam sambutannya menjelaskan, AMN Surabaya dilengkapi dengan fasilitas, sarana, dan prasarana modern seperti ruang komunal, klinik kesehatan, hingga ruang server and security.
"Para mahasiswa AMN ini disiapkan untuk menjadi pelopor, motivator, yang mampu mengeluarkan semangat persatuaan cinta Tanah Air untuk membangun daerah masing-masing," kata Budi Gunawan.
Budi Gunawan juga memaparkan, para mahasiswa yang terpilih menghuni AMN akan diberi beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berupa biaya pendidikan, uang buku, biaya hidup (uang transport, uang saku, uang makan) serta biaya pembinaan mahasiswa AMN. Para mahasiswa akan tinggal di AMN selama 2 tahun dan memperoleh beasiswa selama 4 tahun.
"AMN akan menjadi salah satu pusat lahirnya calon-calon pemimpin Bangsa di masa datang yang berdaya saing tinggi, mempunyai semangat bela negara, rasa kebangsaan kuat dalam bingkai NKRI, serta setia kepada Pancasila dan Konstitusi UUD 1945," kata Budi Gunawan
Baca Juga: PKS Menilai Isu Presiden Jokowi Tiga Periode Belum Selesai
Selain Kepala BIN, turut mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, hingga Pimpinan PP Muhammadiyah.
Sebagai informasi, AMN merupakan asrama pertama dari enam AMN yang akan dibangun Pemerintahan Jokowi hingga tahun 2024 mendatang. Lima AMN lainnya akan dibangun di Makassar, Minahasa, Bantul, Jakarta Selatan, dan Malang.
Pembangunan AMN ini dicanangkan Jokowi pada 2021 melalui Perpres 106 Tahun 2021 sebagai program bersama untuk merawat rajutan kebhinekaan dan kebangsaan Indonesia. Para mahasiswa harus lolos seleksi akademik, wawasan kebangsaan, hingga patriotisme untuk menjadi penghuni AMN.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer
-
Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
-
Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
-
Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota
-
Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk
-
Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz