"Dari sumber mata air, kemudian dibuatkan bak kontrol, kemudian kita menggunakan pipa ke lokasi pompa hidram kemudian dari sana sistemnya buka tutup untuk air, sehingga pendorongan ini mendorong air ke sasaran yang kita tujukan," tuturnya.
Bak kontrol tersebut, kata dia, mampu menampung 2000 kubik air. Kemudian, kecepatan pompa hidram pun sangat maksimal untuk menyuplai air ke pemukiman warga.
"Untuk pendorong air ini memang kecepatannya sangat baik untuk penggunaan kebutuhan warga yang ada di sini, dimana kebutuhan air ini sangat penting bagi masyarakat," tutur dia.
Selain pengadaan distribusi air tersebut datang dari Pangkostrad, pompa Hidram sendiri merupakan buatan langsung dari anggota Kostrad.
"Ide dari Pangkostrad, jadi ide ini muncul karena adanya keluhan warga yang sulit mengakses air bersih padahal mereka menggunakan sumber listrik, tapi dengan pompa hidram ini bisa tersuplai dengan rata. Ini buatan anak bangsa buatan anak-anak Kostrad sehingga kegiatan ini dapat mendukung kebutuhan warga," kata dia.
Selain untuk memenuhi kebutuhan warga, Asep berharap distribusi air ini bisa digunakan untuk lahan pertanian yang ada di Desa Lebak Muncang dan dinikmati untuk semua warga Desa.
"Bisa sangat bisa, saat ini kan masih proses, nanti di akhir kita coba dibagi untuk kebutuhan pertanian. Ini bertahap, memang semuanya proses, dimana konsep ini dari Pangkostrad intinya untuk membantu warga di wilayah latihan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemprov Jateng Masih Banyak PR, Ganjar Targetkan Tuntas di Tahun 2023
-
Tangkap Komplotan Geng Motor, Prajurit Kostrad Pratu M Hafifi Diganjar Penghargaan
-
Jelang Libur Nataru, PLN Lampung Menambah Dua SPKLU di Tol Trans-Sumatera
-
Instalasi Air Terpadu dari Kemensos Mampu Sediakan 12.000 Liter/Hari untuk Warga Klungkung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna
-
Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Ledakan Pengangguran: Membaca Persoalan di Balik Ketergantungan pada MBG
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina