/
Kamis, 12 Januari 2023 | 08:30 WIB
Kolase foto Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto dan dua pelaku penculikan dan pembunuan bocah 11 tahun di Makassar. (bandung.suara.com)

SuaraBandung.id - Kasus penculikan disertai pembunuhan bocah 11 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, benar-benar menggemparkan.

Di tangan pelaku, korban dihabisi dan akan diambil organ dalam tubuhnya untuk dijual.

Pengakuan pelaku, nekat dan gelap mata melakukan penculikan dan pembunuhan lantaran sudah bosan hidup miskin.

Pelaku memiliki pikiran menculik dan membunuh antaran mengincar organ dalam untuk dijual dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.

Dari uang ratusan juta tersebut pelaku sudah membayangkan bisa hidup kaya raya jika jadi menjual organ dalam korban.

Sebagai informasi jika kasus pembunuhan bocah 11 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik. 

Korban diculik dua pelaku diduga berinisial AR yang masih berusia 17 tahun dan MF berusia 14.

Mereka berdua berhasil ditangkap setelah ada laporan kehilangan dari orangtua korban dan rekaman kamera pengawas (CCTV). 

Dalam upaya membujuk pelaku agar mau ikut diajak pelaku, ternyata diiming-imingan uang Rp50 ribu.

Baca Juga: Istri Ngidam Ayam Balado Khas Rumah Makan Padang? Ternyata Begini Cara Membuatnya, Resep Lengkap, Rasa gak Kaleng-Kaleng

Setelah mengajak korban, kedua pelaku langsung menghabisi korban dengan tujuan menjual orga dalamnya.

Dikutip dari acara berita TV One, pelaku AR mengaku terpaksa melakukan hal itu lantaran sudah bosan hidup miskin.

AR sangat ingin kaya raya sehingga gelap mata melakukan pembunuhan bocah SD dengan tujuan menjual organ dalamnya.

“Satu ginjal bisa ratusan juta. Di situ mulai kepikiran kalau berhasil ini bisa kubelikan kakakku laptop sama bisa ngebantu bangun rumah,” ungkap AR dilansir dari kanal YouTube tvOnenews seperti dilihat Kamis (12/1/2023). (*)



Load More