SUARA BANDUNG - Pendukung Arema FC, Aremania tegas tolak rencana pemerintah yang akan lakukan renovasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.
Penolakan dari Aremania tersebut, didasarkan kepada berbagai pertimbangan matang dan menyangkut kepada tragedi memilukan yang sempat terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Melalui beberapa akun media sosial, Aremania secara serempak mengunggah sebuah poster yang berisikan argumentasi penolakan atas renovasi Stadion Kanjuruhan.
Adapun 3 alasan terbesar yang melatar belakangi penolakan Aremania terhadap upaya pemerintah untuk renovasi Stadion Kanjuruhan diantaranya:
Pertama, tak bisa dipungkiri kejadian Kanjuruhan yang menyeret korban meninggal menyentuh angka 134 orang itu telah menggemparkan dunia.
Bahkan peristiwa ini, akhirnya turut menarik perhatian internasional hingga kanjuruhan disebut-sebut sebagai tragedi sepak bola terburuk ke-2 yang pernah terjadi di dunia.
"Tim Gabungan Aremania (TGA) menyatakan penolakannya terkait renovasi Stadion Kanjuruhan di lokasi yang sekarang dan mendukung agar di lokasi itu dijadikan museum saja," jelas akun Instagram @aremamedia pada Senin (20/4/2023)
Maka para pendukung Arema FC itu setuju dengan pendapat lain, yakni allah-alih lakukan renovasi Stadion Kanjuruhan lebih baik dijadikan sebuah Museum pengingat.
Kedua, tuntutan untuk mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan. Sebagaimana yang disebut oleh penggemar Arema FC bahwa keadilan telah mati hal ini terlihat dari angkat tangannya pemerintah saat ini.
Baca Juga: Persib Bandung Dibantai Persita, Luis Milla: Ini Laga Terburuk
"Matinya Keadilan - Hukum yang dikebiri kebrutalan aparat pengaman - kebobrokan Federasi serta buruknya sistem tata kelola dalam menjalankan pertandingan (perkara kuota dll)," tulis akun Instagram @arema_bluearmy.
Belum lagi dengan fasilitas di dalam ataupun sekitar stadion yang dinilai oleh para penggemar sepak bola belum memenuhi standar yang baik dan sistem yang tepat.
Ketiga, bagi penggemar Arema FC menggunakan stadion tempat dimana terjadinya tragedi memilukan adalah sebuah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan siapapun.
Aremania mengakui bahwa mereka tidak akan tega untuk berlompat-lompat sambil meneriaki dan menyemangati tim kesayangan sementara di tempat itu pula teman dan keluarganya meninggal dunia. (*)
Sumber: Instagram @arema_bluearmy. dan @aremamedia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Batal Total
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Negeri Sakura Berduka, Seniman Multitalenta Akihiro Miwa Meninggal Dunia
-
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills
-
David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!
-
4 Pilihan Serum Pigeon Teens Sesuai Masalah Kulit Remaja, Lengkap dengan Harga dan Review
-
Intip Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Flagship dengan AI 50 TOPS
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada