News / Nasional
Selasa, 10 Februari 2026 | 19:04 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Sekretaris Kabinet RI Letkol Teddy Indra Wijaya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini memberikan informasi terkait Stimulus Ekonomi Hari Besar Keagaaman Nasional Idul Fitri 2026, Diskon Tarif Lebaran, Working from Anywhere dan Bantuan Pangan di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial akan memfokuskan pemberian bantuan stimulus berupa bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat pada desil 1 hingga 4 DTSEN. Bantuan tersebut bertujuan memperkuat daya beli masyarakat pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN (Hari Besar Keagaaman Nasional) Idul Fitri 2026, Diskon Tarif Lebaran, WFA (Working from Anywhere) dan Bantuan Pangan yang diselenggarakan di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026). 

“Sesuai hasil rapat dengan Pak Menko, fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan bahwa ada dua jenis bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. Pertama bansos reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Alokasi anggaran bagi kedua bantuan tersebut senilai Rp17,5 Triliun dan diperuntukkan bagi 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM)

Adapun bansos kedua berupa bantuan sosial adaptif yang terdiri dari bantuan adaptif kebencanaan dan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Gus Ipul pun menjelaskan banhwa bantuan kebencanaan tersebut mencakup beberapa aspek, antara lain bantuan isian rumah, bantuan pemberdayaan dan bantuan jaminan hidup. Di samping itu, ada bantuan ATENSI yang diberikan kepada keluarga pemerlu atensi sosial.

Gus Ipul menekankan bahwa seluruh bantuan sosial tersebut bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang diolah oleh Badan Pusat Stastistik dan diperbarui oleh Kementerian Sosial. Agar bantuan akurat, Gus Ipul menegaskan pentingnya pemutakhiran data dan karena itulah Kementerian Sosial membuka peluang seluas-luasnya untuk perbaruan data.

“Kami semuanya terbuka dan kami sudah siapkan prosedur. Tetapi saya harus sampaikan memang data kami belum sempurna. Maka itulah lewat, saluran-saluran yang ada kita ingin menyempurnakan data,” imbuh Gus Ipul.

Saat ini, Kementerian Sosial telah menyediakan beberapa kanal pemutakhiran data. Gus Ipul berharap masyarakat bisa mengusulkan/menyanggah data di DTSEN melalui kanal tersebut. Kanal yang tersedia antara lain melalui jalur formal berjenjang dari tahap RT/RW dan bertingkat hingga ke kepala daerah. Kanal berikutnya adalah melalui aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kemensos. Masyarakat bisa menghubungi Command Center Kemensos di nomor telepon 021-171 yang tersedia 24 jam nonstop. Saat ini, Kemensos juga tengah menyiapkan kanal aduan baru berupa hotline WhatsApp.

Selain penjelasan mengenai bantuan sosial oleh Menteri Sosial, pertemuan juga membahas berbagai fasilitas lain yang diberikan oleh pemerintah untuk mendongkrak ekonomi masyarakat di Triwulan I.  Turut hadir dalam konferensi pers Sekretaris Kabinet RI Letkol Teddy Indra Wijaya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini. ***

Baca Juga: Wamenkeu Juda Agung Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen di Kuartal I 2026

Load More