SUARA BANDUNG - Pada sebuah kajian, seorang jamaah menanyakan hubungan antara fenomena Gerhana Matahari Hibrida di bulan Ramadhan 2023, dengan munculnya Imam Mahdi.
Diketahui, fenomena Gerhana Matahari Hibrida tersebut, diprediksi akan terjadi pada hari Kamis (20/4/2023) nanti. Oleh karena itu, jamaah dalam kajian Buya Yahya, menanyakan hal tersebut.
Buya Yahya lantas menjawab pertanyaan sang jamaah yang menghubungkan datangnya Gerhana Matahari Hibrida tersebut, dengan tanda munculnya Imam Mahdi.
Berkaitan dengan hal itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagai umat Islam, kita tak perlu menebak-nebak datangnya Imam Mahdi.
Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, disarankan oleh Buya Yahya untuk beribadah secara khusyuk dan beriman kepada Allah SWT secara benar, sehingga bisa menjadi pasukan dari Imam Mahdi.
"Nggak usah dicarai-cari nanti, akan datang pada waktunya. Kalau emang Anda punya iman dan memang kuat, di saat nanti Imam Mahdi datang, Anda akan menjadi pasukannya," jawab Buya Yahya, seperti dikutip pada Rabu (19/4/2023).
Pencarian Imam Mahdi, justru bisa memunculkan berbagai dusta yang tidak benar. Padahal, sosok akhir zaman yang diutus oleh Allah sebagai khalifah atau amirul mukminin tersebut nantinya akan ada ciri-cirinya.
Justru, salah satu ciri-ciri yang melekat pada Imam Mahdi nantinya ialah sosok yang tidak mau memasyhurkan dirinya, seperti dalam riwayat yang telah dituliskan.
Oleh karena itu, Buya menegaskan bahwa tidak perlu umat Islam mencari-cari Imam Mahdi. Apalagi mengaitkannya dengan datangnya Gerhana Matahari.
Baca Juga: Yana Mulyana Ditangkap KPK, Atalia Praratya Akan Dapat Keuntungan Ini
"Nggak usahlah kita nunggu gerhana, nggak usah kita cari-cari, nanti akan datang pada waktunya. Kita bukan untuk menunggu-nunggu Imam Mahdi begitu. Kita menyiapkan diri kita dengan keimanan," tegasnya. (*)
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik