Bisnis / Makro
Kamis, 09 April 2026 | 07:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Suara.com/Novian
Baca 10 detik
  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV dan diproyeksikan mencapai ≥5,5 persen di kuartal I, termasuk yang tertinggi di antara negara G20.
  • Konsumsi rumah tangga menyumbang 54 persen PDB, produksi beras mencapai 34,7 juta ton dengan stok aman, serta kebijakan biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi dan anggaran.
  • Rasio utang dijaga di 40 persen PDB, defisit 3 persen, penerimaan pajak tumbuh 14,3 persen, serta koordinasi dengan Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah dan suku bunga di 4,75 persen.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta masyarakat tidak resah karena, kondisi perekonomian nasional masih kuat, meski kondisi geopolitik Timur Tengah.

Dia menjelaskan, menyebut seluruh menteri, wakil menteri, hingga pimpinan BUMN turut hadir membahas perkembangan ekonomi nasional dalam rapat kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto.

"Tadi disampaikan secara nasional kondisi perekonomian kita baik," ujarnya usai rapat di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Airlangga memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di posisi atas di antara negara-negara G20. Pada kuartal keempat, pertumbuhan tercatat mencapai 5,39 persen, hanya berada di bawah India.

Pemerintah memastikan Ekonomi RI Masih Kuat.

Menurutnya, pemerintah juga melihat tren positif berlanjut pada awal tahun. Indikator ekonomi seperti indeks keyakinan konsumen, neraca perdagangan, serta stabilitas sistem keuangan domestik dinilai tetap terjaga.

"Maka pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik. Masih bisa mencapai lebih besar sama dengan 5,5 persen," kata Airlangga.

Dari sisi konsumsi, pemerintah mencatat peran konsumsi rumah tangga tetap dominan dengan kontribusi sebesar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, ketahanan pangan juga dinilai dalam kondisi relatif kuat. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,7 juta ton dengan stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog mencapai 4,6 juta ton.

"Ketahanan pangan kita juga relatif kuat," kata Airlangga.

Baca Juga: Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

Di sektor energi, pemerintah telah menyepakati implementasi mandatori biodiesel B50 yang akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang.

"Dan kita sudah menyepakati per 1 Juli B50 dimana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp 48 triliun," bebernya,

Sementara itu, dari sisi fiskal, Menteri Keuangan melaporkan penerimaan pajak hingga Maret mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 14,3 persen atau mencapai Rp 462,7 triliun.

Airlangga menambahkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berfungsi sebagai peredam gejolak (shock absorber) di tengah ketidakpastian global.

"Fungsi dari APBN sebagai shock absorber," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas fiskal dengan mempertahankan rasio utang di kisaran 40 persen dari PDB, jauh di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang sebesar 60 persen.

Load More