SUARA BANDUNG - David Ozora yang menjadi korban penganiayaan mantan anak pejabat, yakni Mario Dandy, kondisinya semakin baik.
Jonathan Latumahina sebagai Ayah David Ozora, ungkapkan kondisi sang anak pasca alami cidera yang sangat serius.
Di acara YouTube milik dr. Richard Lee, Jonathan Latumahina menyebut, David Ozora saat pertama masuk Rumah Sakit, kondisinya sangat parah.
Bahkan, Dokter medis yang menangani David Ozora, terkejut karena cidera anak Jonathan Latumahina parah.
Namun, setelah menjalani perawatan yang intensif, David kini sudah memabaik dan melakukan aktivitasnya seperti sedia kala.
Tapi, menurut pengakuan Jonathan, anaknya masih terkendala pada bagian daya ingatnya.
"Yang unik daya ingatnya ini, ingatnya itu random. Kalau kita kan bisa ingat detail kan ya, tau timeline," jelas Jonathan ke dr. Richard Lee, seperti dikutip dari kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS, (29/7).
"Kalau David kadang tajam banget ingat sesuatu, kadang sama sekali engga," imbuhnya.
Tak hanya itu, untuk mendukung kemampuan kognitif dari David, Dokter yang merawatnya menyarankan untuk kembali bersosialisasi, seperti masuk sekolah.(*)
Baca Juga: Klaim Pole Position, Charles Leclerc Siap Tempur Demi Podium Teratas GP Belgia
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ni Luh Djelantik Sentil Keras I Wayan Koster, Kritik Gubernur Bali Minim Empati
-
Waga non Kaltim Tak Boleh Nyinyiri Rudy Mas'ud, Pakar Komunikasi: Fenomena Defensif
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Warga Luar Kaltim Dilarang Mengkritik, Akademisi: Pernyataan Terlalu Sempit
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal