SuaraBandungBarat.id - Peristiwa penembakan terhadap anggota Polri menghebohkan warga Kabupaten Lampung Tengah. Aipda Ahmad Karnaen, Seorang polisi di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah, tewas saat tepat di depan rumahnya di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Minggu (4/10/2022) malam.
Kematian tersebut menambah daftar kematian polisi oleh polisi. Korban mengalami luka tembak pada dada sebelah kiri tembus ke belakang, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.
Karnaen adalah anggota Bhabinkamtibmas di Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah. Diduga tewas ditembak sesama rekan polisi, Aipda RS, seorang provost di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang polisi tembak polisi.
Kejadian tersebut diketahui oleh saksi setempat saat mendengar suara letusan tembakan dan teriakan minta tolong pada Minggu (4/9/2022) malam.
Korban sempat dilarikan ke RS Harapan Bunda Bandar Jaya namun sayang korban tidak dapat tertolong. Sementara RS menelepon anggota Satuan Provost Polres Lampung Tengah.
Kepala Provost Polres Lampung Tengah, Aiptu Sriwaluyo, Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Gabungan Tekab 308 Polres Lamteng dengan Tim Resmob Polda Lampung, mengatakan, RS telah mengakui menembak Karnaen. Diketahui motif penembakan terhadap korban, diduga karena dendam terhadap korban.
"RS sendiri telah mengakui menembak Karnaen. Setelah diperiksa, diketahui motif penembakan terhadap korban, diduga karena dendam terhadap korban." ungkap Sriwaluyo.
Selanjutnya, Kepala Seksi Propam Polres Lampung Tengah, Iptu Eko Heri, bersama Kepala Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas, menjemput RS yang kemudian ditahan ke Polres Lampung tengah.
Untuk melengkapi alat bukti, polisi menyita satu unit revolver, satu unit sepeda motor dinas Bhabinkamtibmas, baju dinas provost yang digunakan RS, satu helm, dan satu jaket, untuk dijadikan barang bukti.
Baca Juga: Pola Kerja Fleksibel Bikin Kemenkeu Hemat Triliunan Rupiah
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
Polisi Tembak Polisi di Lampung Tengah, Pelaku Tega Menghabisi Nyawa Rekannya Karena Dendam Lama
-
Duh, Polisi Vs Polisi Kembali Terjadi, Anggota Polsek Way Pengubuan Lampung Tengah Tewas Ditangan Rekannya
-
Aipda Karnain Ditembak Mati Kanit Provosnya Sendiri, Kapolres Lampung Tengah: Dendam Lama
-
Peristiwa Polisi Tembak Polisi Kembali Terjadi, Kali Ini di Lampung Tengah
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial