/
Senin, 05 September 2022 | 15:52 WIB
Ilustrasi pistol dan darah. (shutterstock/ Suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Peristiwa penembakan terhadap anggota Polri menghebohkan warga Kabupaten Lampung Tengah. Aipda Ahmad Karnaen, Seorang polisi di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah, tewas saat tepat di depan rumahnya di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Minggu (4/10/2022) malam.

Kematian tersebut menambah daftar kematian polisi oleh polisi. Korban mengalami luka tembak pada dada sebelah kiri tembus ke belakang, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Karnaen adalah anggota Bhabinkamtibmas di Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah. Diduga tewas ditembak sesama rekan polisi, Aipda RS, seorang provost di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang polisi tembak polisi

Kejadian tersebut diketahui oleh saksi setempat saat mendengar suara letusan tembakan dan teriakan minta tolong pada Minggu (4/9/2022) malam.

Korban sempat dilarikan ke RS Harapan Bunda Bandar Jaya namun sayang korban tidak dapat tertolong. Sementara RS menelepon anggota Satuan Provost Polres Lampung Tengah.

Kepala Provost Polres Lampung Tengah, Aiptu Sriwaluyo, Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Gabungan Tekab 308 Polres Lamteng dengan Tim Resmob Polda Lampung, mengatakan, RS telah mengakui menembak Karnaen. Diketahui motif penembakan terhadap korban, diduga karena dendam terhadap korban.

"RS sendiri telah mengakui menembak Karnaen. Setelah diperiksa, diketahui motif penembakan terhadap korban, diduga karena dendam terhadap korban." ungkap Sriwaluyo.

Selanjutnya,  Kepala Seksi Propam Polres Lampung Tengah, Iptu Eko Heri, bersama Kepala Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas, menjemput RS yang kemudian ditahan ke Polres Lampung tengah.

Untuk melengkapi alat bukti, polisi menyita satu unit revolver, satu unit sepeda motor dinas Bhabinkamtibmas, baju dinas provost yang digunakan RS, satu helm, dan satu jaket, untuk dijadikan barang bukti. 

Baca Juga: Pola Kerja Fleksibel Bikin Kemenkeu Hemat Triliunan Rupiah

Sumber : Suara.com

Load More