/
Senin, 31 Oktober 2022 | 19:23 WIB
Dedi Mulyadi hadiri sidang gugatan cerai Anne ratna Mustika (TikTok)

SuaraBandungBarat.id -  Kabar perceraian anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi dengan Istrinya Bupati Surakarta Anne Ratna Mustika menjadi sorotan publik.

Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika dikabarkan telah menghadiri sidang mediasi gugatan cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta pada, Kamis (27/10/2022) lalu.

Momen ketika Dedi Mulyadi datang ke Pengadilan Agama dan bertemu dengan Anne Ratna Mustika ramai beredar di media sosial.

Pada satu momen, Dedi Mulyadi menyebutkan selama dia menjadi Bupati tidak pernah menggugat cerai, namun kini ketika dirinya tidak menjabat justru digugat.“Saya pernah jadi wakil bupati lima tahun, jadi bupati sepuluh tahun. Selama menjabat itu saya tidak pernah gugat cerai. Tapi begitu saya tidak jadi bupati, istri jadi bupati, saya digugat cerai,” ungkap Dedi Mulyadi pada, Kamis (27/10/2022).

Selain itu, pada saat memghadiri sidang mediasi perceraian, penampilan Dedi Mulyadi tak luput dari sorotan publik.

Penampilan Dedi Mulyadi tampak berbeda dari hari-hari biasanya, kali itu ia diketahui tidak memgenakan ikat kepala yang sudah menjadi ciri khas penampilan dirinya.

Baru-baru ini Dedi Mulyadi melalui kanal YouTubenya membeberkan alasan kenapa ia tidak mengenakan ikat kepala saat mendatangi PA Kabupaten Surakarta.

Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa orang sunda memilik filosofi yang kurang lebih berbunyi “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”

Dedi kemudian menjelaskan arti dan makna dari filosofi dimana ikat merupakan simbol kehormatan laki-laki, sedangkan kancing merupakan simbol kehormatan bagi seorang perempuan.

Baca Juga: Mantan Dokter PSIS Semarang Berminat Jadi Dokter Timnas Indonesia

Sebagai kehormatan seorang perempuan, kancuing harus diikatkan dengan pegeuh atau erat.

“Kalau kancingnya lepas, itu tanda sudah hilangnya kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas,” papar Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi Menerangkan terkait dengan ikat kepala, dimana melambangkan kehormatan seorang laki-laki dan pemimpin.

Ia menjelaskan kenapa ia melepas ikat kepalanya saat hadir ke sudang mediasi yang juga dihadiri oleh Ambu Anne.

Dedi Mukyadi menegaskan bahwa tempat dia menghadiri sidang mediasi tidak melambaangkan kehormatan seorang laki-laki.

“Karena bagi saya tempat itu bukan tempat yang melambangkan kehormatan. Tempat itu bukan tempat yang melambangkan tentang maskulin,” paparnya. 

Load More