SuaraBandungBarat.id - Kasus dugaan penyekapan yang dialami oleh Sulaeman, mantan supir Nindy Ayunda kian mencuat ke permukaan.
Diberitakan sebelumnya, pengacara pihak korban Sulaeman yakni Fahmi Bachmid beserta saksi yang merupakan istri korban yakni Rini dan juga seorang saksi kunci telah mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Jumat (11/11/2022) kemarin.
Kedatangan pihak korban ternyata ingin melanjutkan perkara kasus dugaan penyekapan yang diduga dilakukan oleh Nindy Ayunda beserta kekasihnya Dito Mahendra.
Disebutkan oleh pengacara pihak korban, bahwa kasus ini sudah lama bergulir dan hanya berputar-putar.
Sang pengacara bahkan mengaku heran dengan kasus muda seperti ini prosesnya bisa memakan waktu dan hanya berputar-putar saja.
"Harapan saya ini sudah yang kesekian kalinya korban pelapor ini diperiksa, kami harapkan segera beri kepastian hukum tetapkan pelakunya," Fahmi Bachmid dikutip dari tayangan YouTube Seleb Oncam News pada Sabtu (12/11/2022).
Sang pengacara juga mengaku merasa heran dengan kasus yang ditanganinya karena terus berputar-putar dan tidak menemukan kejelasan.
Hingga muncul pertanyaan apakah karena pelapornya merupakan orang kecil yang jadi penyebab kasus ini masih berputar-putar.
"Karena ini kasus muda tapi kenapa harus diproses berputar-putar seperti ini, itu saja pertanyaan saya," kata sang pengacara
"Mohon segera beri kepastian hukum para pencari keadilan apakah karena pencari keadilan ini orang kecil? kami harapkan segera kasih kepastian," imbuhnya.
Terkesan ngotot dan terus berjuang demi kasusnya, sebenarnya kerugian seperti apa yang diderita oleh Sulaeman dan keluarganya.
Diungkapkan oleh Rini, istri dari korban yang bernama Sulaeman, saat ini kondisi suaminya sudah tidak seperti biasanya lagi pasca penyekapan yang dialaminya.
"Rasa takut itu selalu ada semenjak kejadian itu, suami saya tuh jadi kaya orang takut aja gitu, apalagi untuk jalan ke arah yang dia pernah disekap itu dia udah takut, dan tulalit," ungkap Rini istri dari korban Sulaeman.
Menjadi tak seperti biasa dan kerap terkesan tulalit menimbulkan efek negatif di kehidupan ekonominya.
Disebutkan oleh Rini, kondisi suaminya yang seperti itu membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah
-
Kenalkan Karakter Baru, Ini Tampilan Perdana Film The Angry Birds Movie 3
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026