SuaraBandungBarat.id- Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) gerak cepat merespon keluhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Ia mengatakan, di tahun 2023 ini pihaknya berupaya maksimal untuk melakukan transformasi digital dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Dengan transformasi digital kita ingin memberikan respons yang cepat. Oleh sebab itu, mungkin di akhir Januari ini kita akan masifkan ke publik terkait kanal pengaduan kita yakni Lapor Kang Hengky," katanya saat ditemui, Kamis (5/1/2023).
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB terkait penilaian kinerja OPD di wilayahnya.
"Kalau tidak direspon 1X24 jam itu ada pengurangan tukin 5 persen, itung-itung kita menghemat belanja birokrasi. Kita bisa berikan ke masyarakat langsung," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sistem yang maksimal dalam kanal pengaduan masyarakat Lapor Kang Hengky tersebut. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mudah mengakses saat hendak melakukan pengaduan.
"Sistemnya harus benar-benar diperbaiki, setelah itu semua aduan disampaikan di situ kita lihat saja mana OPD yang merespons dengan cepat keluhan masyarakat tersebut," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin ada pejabat yang tidak bekerja maksimal dalam merespon keluhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Baginya, kepuasan masyarakat masyarakat dalam menerima pelayanan dari pemerintah merupakan hal utama.
"Saya minta kalau tidak direspon potongannya 5 persen kemudian dari 2x24 jam 10 persen dan seterusnya dan seterusnya. Sehingga OPD kita semangat," katanya.
Ia berpesan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tahu apa yang dikerjakan terlebih hal tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat Bandung Barat
"Apalagi nanti ada pelantikan terutama yang rezekinya promosi, jangan sampai mau jabatan tapi gamau kerja. ASN harus tau apa yang dilakukan," tegasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian