SuaraBandungBarat.id- Harga cabai rawit merah di pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat mengalami kenaikan. Harganya saat ini menyentuh Rp80.000 per kilogram.
Seorang pedagang sembako, di pasar Tagog Padalarang, Tia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit tersebut tejadi dua pekan jelang Natal dan tahun baru (Nataru).
“Kenaikan harga cabai ini sudah bertahan lama, dan belum ada penurunan harga,” katanya, Kamis (5/1/2023).
Ia menambahkan, selain itu cabai rawit hijau pun ikut merangkak hingga menyentuh harga Rp75.000 per kilogram.
“Mungkin akibat cuaca sehingga mempengaruhi pengiriman cabai rawit merah dan hijau,” ujarnya.
Akibat kenaikan harga tersebut, kata Tia, penjualan cabai rawit hijau dan merah menurun drastis hingga 50 persen. Pasalnya, pembeli menurun lantaran harganya yang mahal.
“Selain merosot omset penjualan, konsumen pun pada ngeluh. Kok naiknya mahal banget, itu kata konsumen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut dipengaruhi lantaran petani di sejumlah wilayah gagal panen.
"Selama ini, para pedagang pasar tradisional di KBB berbelanja ke Pasar Induk Caringin-Bandung. Sedangkan Pasar Induk Caringin, mendatangkan berbagai jenis cabai ini dari Brebes Jawa Tengah," katanya.
Ia menyebut, sejauh ini para petani yang menanam cabai rawit di Kabupaten Bandung Barat masih terbatas. Oleh karena itu, tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.
"Kalau di KBB petani cabai masih terbatas, paling yang terfokus ada di Wilayah Lembang. Jadi hanya mengandalkan pasokan dari Lembang saja," katanya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor