/
Kamis, 05 Januari 2023 | 18:45 WIB
Ilustrasi: harga cabai rawit di Kabupaten Bandung Barat naik (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Harga cabai rawit merah di pasar tradisional di Kabupaten Bandung Barat mengalami kenaikan. Harganya saat ini menyentuh Rp80.000 per kilogram.

Seorang pedagang sembako, di pasar Tagog Padalarang, Tia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit tersebut tejadi dua pekan jelang Natal dan tahun baru (Nataru).

“Kenaikan harga cabai ini sudah bertahan lama, dan belum ada penurunan harga,” katanya, Kamis (5/1/2023).

Ia menambahkan, selain itu cabai rawit hijau pun ikut merangkak hingga menyentuh harga Rp75.000 per kilogram.

“Mungkin akibat cuaca sehingga mempengaruhi pengiriman cabai rawit merah dan hijau,” ujarnya.

Akibat kenaikan harga tersebut, kata Tia, penjualan cabai rawit hijau dan merah menurun drastis hingga 50 persen. Pasalnya, pembeli menurun lantaran harganya yang mahal.

“Selain merosot omset penjualan, konsumen pun pada ngeluh. Kok naiknya mahal banget, itu kata konsumen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut dipengaruhi lantaran petani di sejumlah wilayah gagal panen.

"Selama ini, para pedagang pasar tradisional di KBB berbelanja ke Pasar Induk Caringin-Bandung. Sedangkan Pasar Induk Caringin, mendatangkan berbagai jenis cabai ini dari Brebes Jawa Tengah," katanya.

Baca Juga: Detik-detik Meninggalnya Istri Wiji Thukul: Sempat Makan Soto, Cuma Beberapa Suap Lalu Keluhkan Sakit

Ia menyebut, sejauh ini para petani yang menanam cabai rawit di Kabupaten Bandung Barat masih terbatas. Oleh karena itu, tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.

"Kalau di KBB petani cabai masih terbatas, paling yang terfokus ada di Wilayah Lembang. Jadi hanya mengandalkan pasokan dari Lembang saja," katanya. (*)

Load More