SuaraBandungBarat.id - Aktifitas seksual dapat menjadi salah satu perekat keharmonisan rumah tangga. Apabila sepasang suami istri sering melakukannya dipercaya dapat mempererat hubungan batin dan emosional.
Namun, bagaimana jadinya ketika hendak melakukan hubungan intim istri sedang mengalami "rutinitas bulanan" alias sedang menstruasi?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut dr. Haekal Anshari sebagaimana postingan Instagram pribadinya @dr.haekalanshari mengatakan bahwa haid bukanlah sebuah darah kotor.
Secara medis, "darah kotor" mengacu pada apa yang dikenal dengan deoxygenated blood yaitu darah dengan kadar karbondioksida yang tinggi. Dan dalam darah haid mengandung sisa jaringan dari dinding rahim yang luruh setelah ovulasi dan unsur-unsur dari dalam saluran vagina.
Kadar keasamaan (pH) darah haid sama seperti darah pada umumnya. Akan tetapi, ia memiliki kadar protein, kolesterol dan bilirubin yang cenderung lebih rendah.
"Tapi, darah haid bukan darah kotor yang mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) melainkan darah normal dalam tubuh" tulis dr. Haekal dalam postingan Instagramnya.
Meskipun begitu, ada risiko yang cukup lumayan fatal apabila melakukan hubungan suami istri saat haid di antaranya:
Pertama, dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS) seperti HIV, Herpes, Sipilis, HPV, genore terutama jika tidak menggunakan pengaman (kondom).
"Meskipun bukan "darah kotor" tapi daerah haid bisa menjadi media kuman dan virus yang bisa menular saat penis bersentuhan langsung dengan rongga vagina. Hal ini terjadi jika perempuan yang positif IMS dan menularkannya kepada laki-laki" ujarnya kemudian.
Selain itu, jika laki-laki yang positif IMS maka akan lebih memudahkan bakteri dan virus atau IMS menular kepada perempuan karena leher rahim akan terbuka sedikit selama masa haid yang memungkinkan virus dan bakteri atau penyakit tersebut melewatinya.
Lebih jauh, dr. Haekal menerangkan bahwa risiko selanjutnya yang akan didapatkan oleh sepasang suami istri yang melakukan hubungan seksual saat haid akan memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan infeksi jamur vagina.
"Hal ini dikarenakan selama haid kadar pH vagina meningkat sehingga bakteri floral normal vagina tidak bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen seperti jamur" ungkap dr. Haekal.
Selain hal di atas, melakukan hubungan seksual saat masa haid pun tentunya akan lebih merepotkan dari biasanya karena darah dapat mengotori tempat melakukan hubungan tersebut dan mengenai badan pasangan.(*)
Sumber: Instagram @dr.haekalanshari
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
-
2 Cara Menghitung Masa Subur Wanita, Bisa Diandalkan untuk Cegah Kehamilan
-
Jangan Terlalu Lama! Ternyata Segini Durasi Normal Berhubungan Seksual Menurut dr. Haekal Anshari
-
Laki-Laki Jangan Lakukan Ini Sesudah Berhubungan Intim, Dipercaya Mampu Mendapat Momongan Lebih Cepat Menurut Kitab Fathul Izar
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Hebat Melalap Permukiman Padat di Kemayoran
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang