SuaraBandungBarat.id - Tembakau sintetis itu apa, kenapa orang ditangkap polisi gegara gorila?
Banyak orang yang penasaran terkait, tembakau sintetis itu apa. Mari simak penjelasannya di sini.
Tembakau sintetis atau gorila atau yang juga dikenal dengan istilah Spice, K2, atau herbal incense, adalah produk yang terbuat dari campuran bahan kimia yang meniru efek dari tetrahydrocannabinol (THC), yaitu zat psikoaktif utama dalam ganja.
Tembakau sintetis biasanya berbentuk serbuk atau potongan daun yang dihirup atau dihisap seperti rokok, atau bisa juga diseduh dan diminum sebagai teh.
Meskipun disebut sebagai "herbal incense", tembakau sintetis sebenarnya bukanlah herbal atau alami, melainkan campuran bahan kimia yang diciptakan untuk meniru efek psikoaktif dari ganja.
Konsumsi tembakau sintetis dapat menimbulkan berbagai dampak buruk pada kesehatan, termasuk mual, muntah, pusing, kebingungan, kantuk, kejang, bahkan kematian.
Sebelumnya, diketahui bahwa pada hari Rabu (15/03/2023), petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang berhasil mengamankan seorang pengedar tembakau sintetis atau gorila yang bernama SZ (24) di rumah kontrakannya di Desa Citeurep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. SZ ditangkap saat hendak mengantar pesanan kepada pemesan.
Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 2 paket besar tembakau gorila yang disembunyikan di dalam tas dan ditemukan di dalam bagasi motor. Selain itu, satu unit handphone juga diamankan sebagai alat transaksi.
Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) AKP Michael K Tandayu, penangkapan terhadap SZ dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang curiga jika tersangka menjual narkoba.
Baca Juga: Apa Itu Panic Attack yang Diduga Dialami Jennie Blackpink dan Kenapa Seseorang Bisa Mengalaminya?
Petugas kemudian melakukan pendalaman informasi dan berhasil menangkap SZ pada Sabtu (11/03) sekitar pukul 22.30 WIB di halaman rumah kontrakannya.
Dalam pemeriksaan, SZ mengaku bahwa dirinya adalah pemilik dari tembakau gorila yang diamankan petugas. Ia juga mengaku mendapatkan tembakau sintetis dari seorang pengedar melalui media sosial instagram. Bisnis haram ini baru dilakukan SZ selama 1 bulan karena tergiur dengan keuntungan, meskipun ia diketahui sebagai pengangguran.
Atas perbuatannya, SZ dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2), Undang Undang Nonor 35 tahun 2009, tentang narkotika Juncto Permenkes RI nomor 36 tahun 2022 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Perdagangan Kayu Ilegal Masih Marak, Bisakah Sains Forensik Jadi Solusi?
-
Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM
-
Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi
-
Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI
-
Duh! Atap di Pintu Gapit Kulon Keraton Solo Ambrol, Ditemukan Ada Tembok yang Retak
-
Sheila Marcia dan Wina Natalia Kompak Melayat, Anji Ungkap Kedekatan Para Mantan dengan Ibunya
-
Pemilik Mobil yang Dikeroyok Debt Collector di Kuta Ternyata Anggota Polisi
-
Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali