/
Senin, 02 Januari 2023 | 11:42 WIB
Gibran Rakabuming Raka dan Presiden UEA ((Tangkapan Layar))

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming baru saja mendapat dana hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) senilai USD 15 juta atau setara Rp 236 miliar pada Minggu (25/12/22).

Gibran mengaku dana hibah itu untuk mengatasi berbagai masalah di Kota Solo. Rencananya akan dikucurkan untuk tujuh organisasi perangkat daerah (OPD). 

Diantaranya yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Sosial (Dinsos).

Namun hal ini sontak membuat pakar mantan, Alifurrahman geleng-geleng. 

"Dana hibah ini bisa jadi jawaban dari sekian banyak pertanyaan sejak awal Gibran dilantik jadi walikota, 'ini mau ngapain? Mau melakukan lompatan atau gimana?'," ungkapnya dikutip dari kanal YouTube Seword TV Senin (2/1/23).

"Gibran itu punya peluang untuk melakukan lompatan dalam karir politiknya. Sehingga nanti dia bisa diperhitungkan untuk maju sebagai calon presiden Indonesia selanjutnya, yaa nggak 2024 sih, tapi momentumnya sudah terjadi. Dia mau ngapain dengan APBD sebesar itu?," tambahnya.

Menurutnya, jika momen tersebut tidak mungkin hanya digunakan sebagai lompatan untuk maju Gubernur Jawa Tengah.

"Ya karena kalau dii Jawa Tengah, Gibran nggak perlu membuktikan apa-apa. Dia cukup jadi walikota, tidak korupsi, selesaikan semua pekerjaan sesuai APBD. Udah selesai dia, udah pasti jadi Gubernur Jawa Tengah itu, kalau PDI Perjuangan memberikan rekomendasi," ujarnya.

"Karena untuk di Jawa Tengah mudah sekali itu, nggak perlu pembuktian yang luar biasa," sambungnya.

Baca Juga: Aturan Rekrutmen PKWT Makin Ketat Dampak Perppu yang Disahkan Jokowi

Alifurrahman mengatakan hal ini bisa menjadi jalan besar untuk membuka peluang politik Gibran bisa maju sebagai Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya bisa diperhitungkan menjadi calon presiden Indonesia.

"Caranya Gibran ini luar biasa. Karena kalau mengumpulkan dana dari pihak swasta itu mungkin akan banyak pertanyaan bahkan bisa batal. Tapi kalau dari luar negeri (UEA) orang nggak bisa mempertanyakan. Karena ini keputusan UEA, selesai," katanya.

"Dengan Rp 236 M ini angka yang fantastis yang cukup besar untuk wilayah Kota Solo yang nggak terlalu besar. Kalau Gibran mampu melakukan terobosan di Solo dengan pendanaan ini secara cepat, maka rasanya tidak akan ada yang mampu untuk menghalangi jalan Gibran maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," tutupnya.

Load More