Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming baru saja mendapat dana hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) senilai USD 15 juta atau setara Rp 236 miliar pada Minggu (25/12/22).
Gibran mengaku dana hibah itu untuk mengatasi berbagai masalah di Kota Solo. Rencananya akan dikucurkan untuk tujuh organisasi perangkat daerah (OPD).
Diantaranya yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Sosial (Dinsos).
Namun hal ini sontak membuat pakar mantan, Alifurrahman geleng-geleng.
"Dana hibah ini bisa jadi jawaban dari sekian banyak pertanyaan sejak awal Gibran dilantik jadi walikota, 'ini mau ngapain? Mau melakukan lompatan atau gimana?'," ungkapnya dikutip dari kanal YouTube Seword TV Senin (2/1/23).
"Gibran itu punya peluang untuk melakukan lompatan dalam karir politiknya. Sehingga nanti dia bisa diperhitungkan untuk maju sebagai calon presiden Indonesia selanjutnya, yaa nggak 2024 sih, tapi momentumnya sudah terjadi. Dia mau ngapain dengan APBD sebesar itu?," tambahnya.
Menurutnya, jika momen tersebut tidak mungkin hanya digunakan sebagai lompatan untuk maju Gubernur Jawa Tengah.
"Ya karena kalau dii Jawa Tengah, Gibran nggak perlu membuktikan apa-apa. Dia cukup jadi walikota, tidak korupsi, selesaikan semua pekerjaan sesuai APBD. Udah selesai dia, udah pasti jadi Gubernur Jawa Tengah itu, kalau PDI Perjuangan memberikan rekomendasi," ujarnya.
"Karena untuk di Jawa Tengah mudah sekali itu, nggak perlu pembuktian yang luar biasa," sambungnya.
Baca Juga: Aturan Rekrutmen PKWT Makin Ketat Dampak Perppu yang Disahkan Jokowi
Alifurrahman mengatakan hal ini bisa menjadi jalan besar untuk membuka peluang politik Gibran bisa maju sebagai Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya bisa diperhitungkan menjadi calon presiden Indonesia.
"Caranya Gibran ini luar biasa. Karena kalau mengumpulkan dana dari pihak swasta itu mungkin akan banyak pertanyaan bahkan bisa batal. Tapi kalau dari luar negeri (UEA) orang nggak bisa mempertanyakan. Karena ini keputusan UEA, selesai," katanya.
"Dengan Rp 236 M ini angka yang fantastis yang cukup besar untuk wilayah Kota Solo yang nggak terlalu besar. Kalau Gibran mampu melakukan terobosan di Solo dengan pendanaan ini secara cepat, maka rasanya tidak akan ada yang mampu untuk menghalangi jalan Gibran maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Langgar Aturan BPOM? Penggunaan Visual Bayi di Pionir AMDK Menuai Polemik
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Deretan Pemain The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum Terungkap, Ada Jamie Dornan
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
Ular di Warung Ibu