Meminjam uang juga tabu. Anda bisa berakhir harus berutang sepanjang tahun.
5. Jangan Minum Obat
Cobalah untuk tidak minum obat selama Imlek untuk menghindari sakit sepanjang tahun. Tentu saja, jika Anda sakit kronis atau terkena penyakit serius yang tiba-tiba, kesehatan harus tetap diutamakan.
6. Jangan makan bubur
Bubur tidak boleh dimakan saat Tahun Baru Imlek karena makanan tersebut pada zaman dahulu hanya dimakan oleh orang miskin. Anda tentu tidak ingin memulai tahun dengan "miskin" karena ini pertanda buruk.
7. Jangan Beri Hadiah Pada yang Masih Tidur
Biarkan penerima bangun dari tempat tidur terlebih dahulu.
Jika tidak, mereka akan terbaring di tempat tidur sepanjang tahun. Anda juga tidak boleh menyuruh seseorang untuk bangun. Anda tidak ingin mereka diburu-buru dan diperintah selama setahun.
8. Jangan Berkelahi Dan Menangis
Baca Juga: Pacari Sabda Ahessa yang Lebih Muda 15 Tahun, Wulan Guritno Akui Penampilannya Terbawa
Kecuali ada keadaan khusus, cobalah untuk tidak menangis. Namun jika anak menangis, jangan menegurnya.
Semua masalah harus diselesaikan dengan damai. Di masa lalu, tetangga akan datang sebagai pembawa damai untuk setiap pertengkaran yang terjadi. Ini semua untuk memastikan jalan yang mulus di tahun baru.
9. Jangan Kunjungi Keluarga Istri
Secara tradisional, pengantin wanita pindah ke rumah pengantin pria setelah menikah. Dan, tentu saja, perempuan akan merayakan Tahun Baru Imlek bersama mertuanya.
Jika perempuan mengunjungi orang tuanya pada Hari Tahun Baru, itu berarti ada masalah pernikahan dan mungkin juga membawa kesialan bagi seluruh keluarga. Pasangan itu harus mengunjungi keluarga istri pada hari ke-2.
10. Jangan berbicara kotor dan negatif
Semua kata dengan konotasi negatif saat Imlek dilarang, termasuk kematian, , sakit, hantu, miskin, bunuh dan banyak lagi.
Alasan di balik ini sangat jelas. Kata negatif dianggap bisa membawa sial. Jadi sangat dianjurkan untuk tidak bicara kotor saat perayaan Imlek.
11. Jangan Berikan Hadiah Jam Dan Payung
Ada beberapa hadiah yang dilarang seperti jam dan payung.
Memberi jam mengandung arti penghormatan terakhir atau serupa dengan melayat. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk memberi payung karena dipercaya bisa menarik roh-roh jahat yang bisa mengganggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Sempat Dijaga TNI Bersenjata, Begini Kondisi Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Pagi Ini
-
PB PMII Dukung Polri Bongkar Mega Korupsi, Tolak Intervensi TNI
-
Fenomena 'Asbun Gen Alpha': Membaca Ulang Batas Keluguan dan Etika Bertutur
-
DPP IMM Pertanyakan Pelibatan TNI Jaga Rumah Jampidsus
-
Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?
-
Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga
-
Land Cruiser Mobil Kasus Suap Bupati Kuansing Sudah Tiba di Jakarta
-
8 Sunscreen Lokal SPF 50 untuk Melindungi Kulit dari Matahari dan Flek Hitam
-
Membongkar Mitos Kecantikan dan Tragedi Perempuan dalam Cantik itu Luka
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif