/
Senin, 03 April 2023 | 20:15 WIB
CEK FAKTA, CEK FAKTA: KPK Temukan Dana Rp 300 Triliun untuk Biaya Kampanye Hitam Ganjar Pranowo. [Ist]

Terdapat konten yang dimanipulasi mengatakan bahwa KPK menemukan bukti adanya aliran dana senilai Rp 300 triliun untuk biaya kampanye hitam dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Uang itu katanya untuk memuluskan langkah Ganjar di pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti. Faktanya, judul dan isi video tak berkaitan.

Di video, sama sekali tak ditemukan informasi soal KPK temukan dana tersebut untuk biaya kampanye Ganjar di 2024 mendatang.

Narasi yang dituliskan ialah :K-pk T3mukan Bukt1 Ku4t !! 4liran D4na 300t Untuk B1ay4 K4mpanye H1tam G4nj4r 2024".

Lalu, thumbnail yang diberikan seperti berikut "Terungkap… DANA 300 T MASUK KANTONG PARTAI MEGA BAGIKAN UANG HASIL DARI MENKEU UNTUK DANA KAMPANYE G4NJAR".

Video itu diunggah di halaman Facebook bernama Perspektif dengan klaim narasi yang sudah disebutkan. Setelah dilakukan penelusuran, video yang ditayangkan pada klaim tersebut identik dengan video unggahan channel youtube resmi KOMPAS TV berjudul “KPK Periksa Ganjar Pranowo Sebagai Saksi Korupsi E-KTP” yang tayang pada 10 Mei 2019.

Dalam video juga diperlihatkan Ganjar Pranowo dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus suap pengadaan KTP elektronik.

Selain itu terdapat juga video yang identik dengan uggahan kompas.tv berjudul “Ganjar dan Ahok Dilaporkan ke KPK oleh PNPK” yang diunggah pada 8 Januari 2022 kemarin.

Video tersebut menampilkan Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK) Adhie Massaardi yang melaporkan sejumlah dugaan kasus korupsi melibatkan Ahok serta Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Dilantik Jadi Menpora Baru, Dito Ariotedjo Diminta Tuntaskan Persiapan SEA Games 2023

Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel goriau.com berjudul “Kasus KTP-el Bisa Jadi Alasan Megawati Tidak Restui Pencapresan Ganjar Pranowo” yang diunggah pada 26 Maret 2023.

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa KPK temukan dana sebesar Rp 300 triliun untuk biaya kampanye hitam Ganjar tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang dimanipulasi.

Load More