Jakarta International Stadium (JIS) kabarnya tak sesuai standar FIFA. Bahkan, ahli menyarankan JIS harus mengganti atap.
Kabar itu lantas membuat netizen bertanya-tanya. Mulai dari rumput, cahaya matahari yang kurang masuk, sampai kursi di JIS juga dianggap kurang layak oleh mereka.
Berita soal ahli menyarankan JIS ganti atap lantas viral di media sosial (Medsos) Instagram. Salah satu akun yang mengunggah kabar itu adalah @gozipbola.
Admin dari akun itu mengunggah foto penampakan JIS disertai keterangan yang menyebut ahli menyarankan JIS ganti atap.
"KURANG CAHAYA MATAHARI, AHLI SARANKAN JIS GANTI ATAP," tulis keterangan yang ada di foto, disadur Rabu (12/07/2023).
Admin dari akun itu juga memberikan keterangan lain di unggahannya. Ia menuliskan tanggapan dari Chairman PT. Karya Rama Prima (KaerPe) yang juga merupakan ahli agronomi, Qamal Mustaqim.
“Ya harus ditambah matahari, dibuka, kalau harus matahari ya dibuka atapnya, tapi kalau mau menambah UV ya tambah UV-nya, Buka tutupnya lebih luas, bisa saja kan? Ya diganti dong (atap permanen stadion),” kata Qamal.
Tanggapan netizen lain
Netizen lain yang melihat unggahan itu lantas ramai memberikan tanggapan. Banyak dari mereka juga ikut menuliskan komentar tak terduga.
Baca Juga: Pro Kontra Nikuba Temuan Aryanto Misel: Diragukan Indonesia, Dilirik Perusahaan Dunia
"Tinggal beli sinar uv masalah beress, dripada ganti atap makan miliaran," tuturnya.
"Rumput kurang standar, kurang cahaya matahari, atap ganti saja......sesuk opone diganti??? Seat mau ganti pake kursi kondangan????," tanyanya.
"Misal gua klo ketemu vendor nya gua tanya,itu klo stadion eropa pencahayaan kurang tapi bagus.," ucapnya.
"Misal gua klo ketemu vendor nya gua tanya,itu klo stadion eropa pencahayaan kurang tapi bagus.," ujarnya.
"Min yg udh dibandara gajos apa Skalak ni? Ko beda Ama yg lain yg lain pada bilang yg udh di bandara skalak," sebutnya.
"bisa ae nyari bahan korupnyaahli stadion tapi gabisa dan gangerti cari solusi yg lebih gampang. lagian pakar stadion skrng harus yg muda² klo pake yg kolot ma ujung²nya jadi candi karna apa² ga cocok sama seleranya," lugasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'