Suara.com - Surat utang atau obligasi dengan mata uang dolar Amerika yang dikeluarkan oleh perusahaan Indonesia menjadi surat berharga dengan kinerja paling baik di Asia pada bulan ini. Surat berharga dari Indonesia memberikan imbal balik 4 persen, mengalahkan imbal balik yang ditawarkan surat utang dari Macau (2,5 persen) dan imbal balik surat utang Sri Lanka (3,5 persen).
Hari ini, PT Multipolar dikabarkan berhasil mendapatkan 30 juta dolar Amerika atau sekitar Rp330 miliar dari penjualan 9,75 persen obligasi 2018. Namun, belum ada penjelasan rinci seputar transaksi tersebut.
Dua surat utang yang memberikan imbal balik paling besar adalah obligasi yang dikeluarkan PT Perusahaan Listrik Negara dan PT Pertamina. Dua perusahaan negara itu memberikan imbal balik 9 persen dan 7,6 persen. Kinerja surat utang PT PLN dan PT Pertamina merupakan yang terbaik yang dikeluarkan perusahaan Indonesia.
Investor menarik dana dari pasar obligasi sebesar 316 juta dolar Amerika atau sekitar Rp3,6 triliun dan memindahkan ke pasar di Asia kecuali Jepang. Lebih dari 265 juta dolar Amerika atau sekitar Rp3 triliun dari dana tersebut masuk ke Indonesia.
Masuknya dana asing ke Indonesia dipicu semakin membaiknya defisit transaksi perdagangan menjadi 1,98 persen dari Produk Domestik Bruto pada tiga bulan terakhir 2013. Jumlah itu turun drastis dari defisit pada kuartal kedua yang mencapai titik tertinggi yaitu 4,4 persen dari PDB. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Kejar Target 1,8 GW pada 2033
-
Indonesia Rising Stars Award 2026 Beri Apresiasi untuk PLN Mobile
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Mekanisme Saham Penunggak Pajak Disita Negara, Cek Solusinya
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato
-
Suara.com Terima Penghargaan di Ajang Indonesia Rising Stars Award 2026
-
Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Kejar Target 1,8 GW pada 2033
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
-
Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan
-
Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik
-
Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga
-
Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan