- Kapal VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro terjebak di Selat Hormuz akibat perang AS-Israel vs Iran.
- PIS pastikan kru dan armada aman dengan pemantauan intensif 24/7 dan koordinasi otoritas lokal.
- Distribusi BBM nasional tetap aman meski kapal terjebak, didukung 345 armada Pertamina lainnya.
Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz mulai berdampak langsung pada aset strategis nasional. Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan terjebak di zona merah Teluk Arab.
Dua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya kini tertahan dan menunggu celah aman untuk keluar dari jalur pelayaran paling krusial di dunia tersebut.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa meski berada di wilayah konflik, kondisi seluruh kru dan armada dalam keadaan terpantau.
"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," ujar Vega dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).
Kedua kapal tersebut sejatinya tengah menjalankan misi penting sebelum ketegangan pecah dimana VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk kebutuhan energi dalam negeri dan Gamsunoro sedang melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).
Vega menegaskan, pihaknya kini melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh secara real-time. PIS juga terus menjalin koordinasi ketat dengan otoritas maritim setempat untuk memastikan evakuasi bisa dilakukan segera setelah situasi memungkinkan.
Meski dua kapal raksasanya "terkunci" di Teluk Arab, PIS menjamin pasokan energi ke tanah air tidak akan terganggu. PIS masih mengantongi kekuatan 345 armada kapal lainnya yang siap menjaga distribusi tetap stabil.
"Pertamina Group menerapkan metode Regular, Alternative and Emergency dalam menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman. Distribusi energi untuk masyarakat dipastikan tetap berjalan lancar," pungkas Vega.
Baca Juga: Israel Porak-poranda Dibom Iran, Tunggu Waktu Kehancuran Zionis
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja