Bisnis / Keuangan
Senin, 03 Maret 2014 | 16:16 WIB
Ilustrasi" Layar monitor perdaganga saham di BEI. (Antara/Widodo S. Jusuf)

Suara.com - Krisis politik yang terjadi di Ukraina membuat indeks di kawasan Asia terjun bebas. Indeks MSCI Emerging Market anjlok 1,3 persen ke level 953,60 dan indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,2 persen. Aksi Korea Utara yang menembakkan dua rudal ke udara membuat indeks Kospi dan mata uang won melemah.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Cina juga anjlok 1,4 persen. Ketegangan politik di Ukraina dan Korea membuat pasar khawatir perekonomian dunia akan semakin melambat. Selain itu, pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika diyakini akan membawa modal lari ke luar negara berkembang.

“Tidak ada yang suka apabila terjadi konflik antara dua negara superpower. Sangat mungkin, investor untuk sementara akan menjauh dari pasar hingga ada kepastian,” kata Ambareesh Baliga, analis dari Financial Services Ltd.

Ukraina telah memobilisasi tentaranya di seputar instalasi militer di Crimea. Wilayah Laut Hitam di Crimea menjadi pusat dari krisis di Ukraina  setelah Presiden Viktor Yanukovich digulingkan.

Indeks Harga Saham Gabungan di Busa Efek Indonesia juga ikut terjun bebas. Pada sesi penutupan perdagangan Senin (3/3/2014), IHSG turun 40,71 poin (0,8b persen) ke level 4.579,76. Volume perdagangan 3,4 miliar lot dengan nilai transaksi Rp6,6 triliun.

Setelah dibuka di level 4.586, indeks sempat mencapai titik terendah di level 4.567,67. Hanya 77 saham bergerak naik, 204 saham turun dan 79 saham tidak  berubah. Saham yang naik antara lain PT Timah, Visi Media Asia dan Bank Tabungan Negara. Sedangkan saham yang turun antara lain Adaro Energy, Alam Sutera Realty dan Hanson International. (Bloomberg/RTI)

Load More