Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB
Bulan literasi Kripto [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Asosiasi Blockchain Indonesia resmi menutup Bulan Literasi Kripto 2026 pada 14 Mei setelah mengadakan 25 rangkaian kegiatan edukasi.
  • Program ini menjangkau lebih dari 4.300 peserta di sembilan kota besar melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal nasional.
  • Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta terkait risiko investasi, kepatuhan regulasi, serta budaya melakukan riset mandiri.

Suara.com - Rangkaian kegiatan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 secara resmi ditutup pada hari ini, Kamis (14/5/2026). Agenda tahunan yang diinisiasi oleh Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) ini mempertemukan regulator, pelaku industri, serta aparat penegak hukum untuk mengevaluasi hasil upaya peningkatan pemahaman publik terhadap ekosistem aset digital di Indonesia.

Selama satu bulan pelaksanaannya, program ini difokuskan pada pemberian informasi yang berimbang, mencakup pengenalan peluang investasi sekaligus pemaparan risiko serta prosedur keamanan transaksi bagi masyarakat luas.

Berdasarkan data penyelenggaraan, BLK 2026 telah melaksanakan lebih dari 25 rangkaian kegiatan yang melibatkan lebih dari 4.300 peserta, baik melalui kanal daring maupun luring.

Sebaran edukasi dilakukan melalui roadshow di 9 kota besar di Indonesia serta melibatkan kolaborasi dengan lebih dari 15 komunitas lokal.

Materi yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan ini meliputi:

  • Seminar edukasi publik mengenai dasar-dasar aset kripto.
  • Workshop teknis terkait pemanfaatan teknologi blockchain.
  • Forum diskusi mengenai perkembangan regulasi terkini.
  • Sesi pelatihan khusus bagi aparat penegak hukum terkait aspek hukum aset digital.
  • Capaian Literasi dan Perubahan Perilaku Peserta

Penyelenggara melakukan survei untuk mengukur efektivitas program terhadap tingkat pemahaman peserta. Hasil survei tersebut menunjukkan beberapa indikator capaian sebagai berikut:

Sebanyak 87% responden mengeklaim telah mencapai tingkat literasi kripto pada kategori lanjutan (advanced). Dalam hal pemahaman pasar, 90% peserta menyatakan telah memahami dinamika pergerakan harga aset.

Selain itu, sekitar 89,5% peserta sudah menyadari urgensi penggunaan platform yang telah mengantongi izin resmi dari regulator sebagai langkah mitigasi risiko.

Indikator kedewasaan berinvestasi juga terlihat dari data yang menunjukkan bahwa 85,3% peserta kini memiliki kebiasaan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi finansial.

Baca Juga: Nadiem Klaim Permendikbud Soal Pengadaan Chromebook Tak Terkait Investasi Google ke Gojek

Fokus Kolaborasi Lintas Sektor

Tahun ini, BLK memberikan perhatian khusus pada kolaborasi dengan aparat penegak hukum. Melalui sesi berbagi pengetahuan (sharing session), program ini bertujuan menyelaraskan pemahaman teknis mengenai mekanisme penanganan kasus yang berkaitan dengan aset kripto.

Langkah ini diambil untuk memperkuat kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri kripto nasional.

Literasi dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem aset digital yang stabil. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam pasar aset kripto secara lebih bertanggung jawab dan meminimalisir potensi kerugian akibat kurangnya informasi.

Load More