Bisnis / Makro
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:04 WIB
Pemerintah Khawatir peternak rugi harga telur terlalu murah. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional meningkatkan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
  • Langkah ini diambil karena harga telur di Pasar Palmerah turun di bawah HET yang merugikan pendapatan peternak lokal.
  • Peningkatan pembelian telur oleh pemerintah bertujuan menjaga stabilitas harga serta melindungi kesejahteraan peternak dari kerugian biaya produksi.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbesar penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini dinilainya perlu dilakukan untuk menjaga harga telur tetap seimbang dan melindungi peternak dari kerugian.

Permintaan itu disampaikan Zulhas usai menemukan harga telur di pasar berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dianggap menguntungkan konsumen tetapi berisiko menekan pendapatan peternak.

"Telur yang agak terlalu murah sih. Biasanya HET-nya Rp 28 ribu, Rp 30 ribu. Ini tadi Rp 27 ribu. Kita harus jaga seimbang, jangan sampai ada beberapa peternak yang mengeluh," ujar Zulhas saat kunjungan ke Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Suara.com/Hiskia)

Menurut dia, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar harga tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi.

Jika harga terlalu murah, peternak bisa merugi. Sebaliknya, jika terlalu mahal, daya beli masyarakat akan tertekan.

"HET itu konsumen enggak terlalu berat, tapi peternaknya enggak tutup," bebernya.
Zulhas menjelaskan tekanan di tingkat peternak saat ini cukup berat karena harga jual telur turun, sementara biaya produksi justru naik akibat mahalnya jagung pakan.

"Harganya di peternak, level peternak itu biasanya kan mereka terima Rp 23 ribu ya. Rp 23 ribu, sekarang terimanya ada yang 20. Berarti kan rugi," tuturnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mendorong BGN meningkatkan pembelian telur dalam jumlah besar melalui MBG agar permintaan naik dan harga di tingkat peternak kembali terdorong.

Baca Juga: Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

"Tadi saya menelpon BGN, karena kalau BGN dua hari saja pakai telur, itu berarti kan 48 juta," kata Zulhas.

Ia menilai kapasitas belanja BGN sangat besar dan bisa menjadi instrumen strategis untuk menyerap produksi telur nasional sekaligus menjaga stabilitas harga.

"Nah ini kalau dalam seminggu dua kali, waduh itu bisa kembali kepada harga HET," pungkasnya.

Load More