Suara.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan bahwa pasar modern di Indonesia memiliki banyak keuntungan jika dibandingkan dengan negara besar seperti China dan India.
"Ada tiga keuntungan Indonesia jika dibandingkan dengan negara seperti China dan India," kata Lutfi pada saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Permendag 70 tahun 2013 di Jakarta, Rabu (19/3/2014) seperti dikutip dari Antara.
Lutfi mengatakan, keuntungan pertama adalah Indonesia memiliki pusat perbelanjaan yang sangat banyak dan sangat modern hampir di seluruh negeri, sebagai respon terhadap daya beli yang meningkat sangat cepat.
"Kedua, Indonesia memiliki karakter konsumen yang tergolong sangat canggih, tapi juga sangat nasionalis," ujar Lutfi.
Selain itu, lanjut Lutfi, Indonesia memiliki produsen dengan kreativitas bernilai tinggi yang selama ini bersinergi lebih baik dengan pembeli dari luar negeri.
Dengan kenyataan tersebut, menurut Lutfi, seharusnya pasar dalam negeri tidak mudah dipenetrasi barang impor, apabila produsen dalam negeri bisa memenuhi aspirasi dan ekspektasi konsumen Indonesia yang tergolong tinggi dengan gaya hidup yang terus berubah dengan cepat.
Dalam Permendag 70 Tahun 2013, mewajibkan toko modern dan pusat perbelanjaan untuk memasarkan produk dalam negeri paling sedikit 80 persen dari jumlah dan jenis barang yang diperdagangkan.
"Komposisi tersebut penting untuk mulai memberikan akses dan tempat bagi produk dalam negeri yang berkualitas tinggi. Saya punya keyakinan bahwa produk dalam negeri yang laku di pusat perbelanjaan (mal) terkemuka pasti punya potensi ekspor yang tinggi," ucap Lutfi.
Pelaksanaan kewajiban untuk memasarkan produk dalam negeri paling sedikit 80 persen di toko modern dan pusat perbelanjaan berlaku efektif 2,5 tahun yaitu pada 12 Juni 2016, terhitung sejak Permendag Nomor 70 Tahun 2013 diterbitkan pada 12 Desember 2013. (Antara)
Berita Terkait
-
Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun
-
Mendag Lepas Ekspor Senilai Rp 978 Miliar dari 8 Provinsi
-
Mendag Dorong Pembentukan Indonesia Belarus Business Council
-
Punya Pasar 179,8 Juta Jiwa, RI Bidik Peluang Dagang Lewat FTA Indonesia - EAEU
-
Mendag Pastikan Negosiasi Tarif dengan AS Masih Berjalan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako dan Kebutuhan Pokok untuk Korban Banjir di Tanah Laut
-
International Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, Apa Saja Kewenangannya
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu