- Kepercayaan publik jadi kunci keberlangsungan bisnis era digital.
- Branding dan reputasi dinilai penentu tingkat kepercayaan masyarakat.
- Pentingnya perusahaan mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui keseimbangan aspek People, Planet, dan Profit.
Suara.com - Di tengah derasnya arus informasi digital, kepercayaan publik semakin menjadi aset strategis yang menentukan keberlangsungan bisnis. Perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan promosi atau pencitraan semata, tetapi dituntut membangun reputasi yang lahir dari konsistensi antara pesan yang disampaikan dan tindakan nyata yang dijalankan.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika periode 2021–2024, Usman Kansong, menegaskan bahwa branding, reputasi, dan kepercayaan publik merupakan tiga elemen yang saling terkait dan menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan era digital.
Menurutnya, branding yang kuat akan membentuk reputasi perusahaan, sementara reputasi yang baik akan menghasilkan kepercayaan dari publik. Namun, kepercayaan tersebut hanya dapat dibangun apabila perusahaan mampu menjaga keselarasan antara komunikasi dan implementasi di lapangan.
“Branding akan membentuk reputasi, dan reputasi pada akhirnya menentukan tingkat kepercayaan publik. Kepercayaan hanya dapat dibangun ketika apa yang disampaikan perusahaan selaras dengan apa yang dilakukan,” ujar Usman.
Pandangan serupa juga disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, yang menekankan pentingnya perusahaan mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui keseimbangan aspek People, Planet, dan Profit.
Menurut Rasio, perusahaan yang hanya mengejar keuntungan berisiko kehilangan legitimasi sosial dan daya tahan bisnis dalam jangka panjang. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan karyawan, masyarakat sekitar, serta kinerja lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
“Demi kelangsungan usaha yang berkesinambungan, penting bagi perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada profit atau keuntungan semata. Perusahaan juga perlu memperhatikan aspek people dan planet sebagaimana digunakan dalam penilaian PROPER,” katanya.
Tren tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan saat ini tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan melalui komunikasi yang transparan dan program keberlanjutan yang berdampak nyata.
Komitmen terhadap komunikasi publik yang kredibel dan praktik bisnis berkelanjutan inilah yang mengantarkan PT Bio Farma (Persero) meraih dua penghargaan nasional sekaligus, yakni Best Corporate Media Impact 2026 dalam ajang Indonesia Corporate Media Awards 2026 serta Best Corporate Social Responsibility Award 2026 dalam ajang Indonesia CSR Awards 2026 di Jakarta, Rabu (4/6).
Baca Juga: Perfect Storm 2026: Saat Harga Pertamax Meroket Bersamaan dengan Ledakan PHK Massal
Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperkuat kualitas komunikasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepercayaan publik.
Sementara itu, Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial, HSE, Manajemen Aset dan Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, menyebut penghargaan tersebut melengkapi capaian PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership yang diraih perusahaan pada awal tahun ini, sekaligus memperkuat implementasi prinsip ESG dalam program TJSL yang dijalankan perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!