- Data 63,1 juta penerima MBG bakal diverifikasi ulang pemerintah.
- Zulhas temukan penerima MBG belum sepenuhnya tepat sasaran.
- Wilayah 3T jadi fokus penajaman program Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Pemerintah mulai mengencangkan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memverifikasi ulang data penerima manfaat yang jumlahnya disebut telah mencapai 63,1 juta orang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan validitas data menjadi kunci agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah penerima manfaat MBG saat ini mencapai 63,1 juta orang. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menjadi acuan karena masih harus dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan.
"Informasi terakhir sampai sekarang laporan dari BGN ada 63,1 juta penerima manfaat, ini yang dipastikan. Ya, 63 juta ini betul apa tidak, ini juga akan diperlukan data pendataan," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, proses verifikasi data akan dilakukan bersamaan dengan penataan menyeluruh di tubuh BGN yang kini tengah menjalani pembenahan manajemen. Pemerintah memberi ruang bagi pimpinan baru BGN untuk memperbaiki berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program berlangsung.
Zulhas menegaskan, MBG merupakan program prioritas nasional sehingga kualitas pelaksanaannya tidak boleh dikompromikan. Karena itu, seluruh aspek, mulai dari tata kelola hingga data penerima manfaat, harus dipastikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tak hanya melakukan verifikasi, pemerintah juga akan melakukan refocusing atau penajaman sasaran penerima manfaat. Langkah ini ditempuh agar anggaran negara yang digelontorkan untuk program MBG lebih efektif menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia mengungkapkan masih ditemukan sejumlah sekolah yang tergolong mampu atau elite ikut menerima manfaat program. Di sisi lain, terdapat kelompok masyarakat yang justru lebih membutuhkan tetapi belum sepenuhnya tersentuh bantuan.
"Nah, yang memerlukan belum dapat, tapi yang enggak perlu dapat. Nah, ini akan ditata lebih lanjut," ujarnya.
Baca Juga: MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
Pemerintah juga akan memberi perhatian lebih besar kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan program MBG.
Dengan penataan yang tengah dilakukan, pemerintah berharap setiap rupiah anggaran yang dialokasikan untuk MBG benar-benar diterima oleh kelompok sasaran yang telah ditetapkan. Verifikasi data pun menjadi fondasi utama untuk memastikan efektivitas program tersebut ke depan.
"Oleh karena itu, perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan Wakil Kepala dan tim yang baru untuk membenahi program yang sangat penting ini," tutur Zulhas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta