Suara.com - Wakil Presiden Boediono, yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia mengatakan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dilakukan untuk menghindari krisis moneter seperti pada 1997.
Boediono menuturkan pada kurun 2008, sebetulnya, Indonesia sudah sangat dipengaruhi oleh krisis global dunia.
Hal itu dikatakan Boediono saat bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya dalam sidang perkara pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan sebagai bank gagal berdampak sistemik di Tipikor, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
"Jadi memang perlu tindakan tanggap darurat. Itulah tanggap darurat yang kami lakukan. Jadi perlu ditangani dengan langkah-langkah yang tidak biasa," kata Boediono.
"Pada 2008 sudah ada penarikan dana dari nasabah secara besar-besaran. Memang tidak terlihat antrean panjang. Tapi pencairan cek secara besar-besaran memang terjadi," lanjutnya.
Dituturkan, kondisi moneter Indonesia pada 2008 sudah sangat gawat. Dan realita di lapangan, krisis, sebetulnya benar-benar terjadi.
"Sangat-sangat gawat. Kalau ada satu bank yang jatuh, ditakutkan akan hal yang sama juga terjadi pada bank-bank lain," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?