Suara.com - Rapat Koordinasi Nasional V Tim Pengendali Inflasi Daerah menghasilkan empat kesepakatan yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung.
"Rakornas ini sangat baik menghasilkan kesepakatan dan juga komunikasi sehingga bisa diwujudkan dalam koordinasi yang baik antar Pemerintah Daerah serta diikuti implementasi yang baik," kata Chairul Tanjung dalam Rakornas V TPID di Jakarta, Rabu (21/5/2014).
Chairul mengatakan kesepakatan pertama adalah meningkatkan kerja sama antardaerah di bidang ketahanan pangan. Hal itu dilakukan melalui dukungan perencanaan program kerja dan penyediaan anggaran di daerah.
"Ini memperkuat komitmen kepala daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan," ujarnya.
Kesepakatan kedua, menurut dia, meningkatkan ketersediaan dan kualitas data serta informasi surplus-defisit pangan di setiap daerah oleh TPID.
Hal itu, menurut Chairul, untuk menjadi acuan dalam melakukan kerja sama antar daerah.
"Diharapkan penyediaan data dan informasi ini berjalan berkesinambungan," katanya.
Ketiga, katanya, meningkatkan kapasitas pengelolaan kerja sama antardaerah. Langkah itu antara lain melalui bimbingan dan konsultasi bagi TPID yang difasilitasi oleh Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID.
"Keempat yang merupakan kesepakatan tambahan yaitu langkah strategis pengendalian inflasi dilakukan dengan ketersediaan pasokan kelancaran distribusi," katanya.
Dia mengatakan TPID diharapkan bekerja sama dengan Pokjanas untuk segera menjalankan keempat kesepakatan itu.
Rakornas V TPID 2014 diikuti gubernur dan wali kota/bupati yang mewakili 233 TPID (33 provinsi dan 200 kabupaten/kota). Jumlah itu lebih banyak dari Rakornas tahun 213 yang diikuti 95 TPID. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik
-
Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi
-
Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS
-
Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei
-
Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah
-
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
-
1 Dollar USD Hari Ini Berapa Rupiah? Geger Ucapan Prabowo soal Orang Desa Tak Pakai Dolar
-
IHSG Anjlok 26,45 Persen, Mimpi Indah Purbaya Buyar Tahun Ini?
-
IHSG Longsor Lebih dari 4%, Sentuh Level Terendah Baru dalam 52 Minggu!
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658