Suara.com - Bali meraup devisa sebesar 935.494,93 dolar dari pengapalan kerajinan tas berbahan baku kulit selama triwulan I-2014, meningkat 69,05 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya 553.382,79 dolar.
"Sedangkan dari segi volume merosot 49,82 persen dari 1,07 juta unit pada triwulan I-2013, menjadi hanya 537.207 unit pada triwulan I-2014," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat (6/6/2014).
Ia mengatakan penurunan dari segi volume, namun perolehan devisa meningkat signifikan itu menunjukkan kerajinan tas hasil sentuhan tangan-tangan terampilan perajin Bali, harga per satuan unitnya semakin mahal.
Kerajinan tas merupakan salah satu dari delapan jenis hasil industri kecil skala rumah tangga yang menembus pasaran mancanegara.
Jenis hasil industri lainnya adalah komponen rumah jadi, ikan dalam kaleng, plastik, sepatu (alas kaki) serta tekstil dan produk tekstil.
Tas dibuat dari bahan baku kulit itu dikombinasikan dengan manik-manaik (mote) hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali cukup disenangi para wanita dan pria dari semua golongan umur di berbagai negara belahan dunia.
Ketut Teneng menambahkan, industri kerajinan termasuk tas menghasilkan devisa 49,98 juta dolar AS atau 37,60 persen dari total ekspor Bali mencapai 132,96 juta dolar AS.
Aneka jenis tas dan sepatu dari bahan baku kulit itu juga dipajangkan penjual toko cindera mata di sebagian besar objek wisata di Pulau Dewata, disamping dijual oleh toko oleh-oleh yang bertebaran di Kota Denpasar.
Kerajinan tas yang diproduksi dalam berbagai jenis rancang bangun (disain) yang unik dan menarik itu 38,80 persen di antaranya diserap pasaran Jepang, persentase tertinggi dari sepuluh negara terbanyak yang menampung hasil industri skala rumah tangga Pulau Dewata.
Ketut Teneng menjelaskan, sisanya diserap pasaran Singapura 15,84 persen, menyusul Amerika Serikat 6,78 persen, Malaysia 0,41 persen, Australia 4,70 persen, Singapura 15,84 persen, Hong Kong 0,68 persen dan Inggris 0,41 persen.
"Selain itu juga menembus pasaran Prancis 5,99 persen, Jerman 3,09 persen, Spanyol 4,53 persen dan sisanya 18,75 persen ke sejumlah negara lainnya di belahan dunia," ujar Ketut Teneng.
Berita Terkait
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
BRI RO Denpasar Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Klasterisasi dan Desa Brilian
-
Empat Bulan Pertama 2026, BRI Salurkan KUR Rp4,272 Triliun di Bali Nusra
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari