Suara.com - Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budaya mengakui tantangan yang dihadapi perusahaannya untuk menyalurkan BBM ke wilayah Nusa Tenggara Timur, berat. Meskipun demikian, katanya, Pertamina tetap berusaha mendistribusikan BBM ke wilayah Indonesia Timur.
“Penyaluran BBM ke wilayah NTT memang sulit, ada beberapa alasan, namun Pertamina dengan sekuat tenaga berupaya mengatasi tantangan dan hambatan tersebut agar BBM dapat tetap tersalurkan kepada masyarakat dengan baik,” kata Hanung, Senin (9/6/2014).
Hanung menyebutkan tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan BBM ke wilayah timur, di antaranya medan dan kontur jalan yang sulit dilalui mobil tangki kompartemen 16 dan 24 KL serta serta cuaca yang kurang kondusif.
Usaha yang dilakukan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM di daerah-daerah di NTT, kata Hanung, telah membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dari realisasi penyaluran BBM jenis premium dan solar, rata-rata tumbuh 11 persen dan 10 persen per tahun.
Jika tahun 2009 penyaluran premium mencapai sekitar 176 ribu KL dan solar sekitar 94 ribu KL, pada 2013 realisasi penyaluran telah mencapai masing-masing 256 ribu KL dan 134 ribu KL.
"Usaha kita cukup berhasil, karena setiap tahunnya penyaluran BBM ke NTT terjadi peningkatan 10 hingga 11 persen tiap tahunnya," katanya.
Selanjutnya, penyaluran premium hingga akhir Mei 2014, kata Hanung, telah mencapai sekitar 106 ribu KL, sedangkan distribusi solar mencapai sekitar 40 ribu KL.
Hanung menjelaskan total SPBU di NTT mencapai 60 unit, Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) delapan unit, Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) sembilan unit, dan Agen Minyak Tanah (AMT) 41 unit.
Di wilayah ini juga terdapat 11 lembaga penyalur Pertamax dan enam lembaga penyalur solar non subsidi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako
-
Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak
-
Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif
-
Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis