Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan pengawasan terhadap promosi produk keuangan melalui pesan singkat atau SMS oleh industri keuangan di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara(Malut).
"Menkominfo dan OJK sepakat melarang promosi produk keuangan melalui SMS, ini akan kami tindaklanjuti dengan pengawasan," kata Deputi OJK Sulut Gorontalo dan Maluku Utara Dwi Suharyanto di Manado, Senin.
OJK masih menunggu laporan jika ada industri keuangan di Sulut, Gorontalo maupun Maluku Utara (Malut) yang melakukan promosi lewat pesan singkat, apalagi sampai merugikan masyarakat," kata Dwi.
Yang marak saat ini, kata Dwi dilakukan industri jasa keuangan dari Pulau Jawa, sementara dari Sulut sendiri sejauh ini, belum ada.
"Tentunya kita ikut kebijakan pusat. Dalam implementasinya tentu tidak mudah. Perlu waktu lama untuk menghentikan sama sekali itu," kata Dwi.
Hal itu, katanya, biasa dilakukan Tele marketing tersebut rata-rata dari pusat atau dikenal tele marketing, sementara di Sulut belum ditemui.
"Masyarakat bisa langsung melapor ke OJK, jika terdapat hal-hal yang sudah meresahkan banyak orang," jelasnya.
OJK akan terus mengawasi dan mengawasi agar kegiatan industri jasa keuangan berjalan dengan sehat dan lancar. (Antara)
Berita Terkait
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir
-
Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari
-
Purbaya Suntik Lagi Rp100 Triliun ke Himbara, OJK Yakin Bisa Turunkan Suku Bunga
-
Resmi! Ini Dia Lima Pimpinan Baru OJK, Friderica Widyasari Jadi Ketua
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027
-
Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
-
Geopolitik Memanas, IHSG Terkoreksi ke Level 7.214
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal
-
Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026
-
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia