Bisnis / Keuangan
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 11:30 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Khazanah Nasional, perusahaan plat merah di Malaysia berencana untuk membeli semua saham Malaysia Airlines milik publik di bursa saham dengan harga premium. Keputusan ini diambil menyusul rencana BUMN tersebut untuk menjadikan Malaysia Airlines kembali sebagai perusahaan tertutup.

Pada pembukaan perdagangan di bursa Malaysia,  Jumat (8/8/2014) pagi, saham Malaysia Airlines tidak diperdagangkan. Keputusan untuk tidak menjual saham berdasarkan keputusan dari pemegang saham mayoritas yaitu Khazanah Nasional.

BUMN itu menguasai 70 persen saham maskapai penerbangan tersebut. Menurut Khazanah, penghentian penjualan saham merupakan langkah korporasi yang dilakukan untuk melakukan restrukturisasi Malaysia Airlines yang dilanda dua musibah dalam selang waktu empat bulan.

Maret lalu, pesawat dengan nomor penerbangan MH370 hilang tidak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Kuala Lumpur. Bulan lalu, giliran pesawat dengan nomor penerbangan MH17 yang mengalami musibah ketika ditembak jatuh saat memasuki wilayah udara Ukraina.

Spekulasi muncul bahwa Khazanah akan kembali menjadikan Malaysia Airlines sebagai perusahaan tertutup. Setelah mengubah status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup, Khazanah baru akan melakukan restrukturisasi secara besar-besara untuk menyelamatkan Malaysia Airlines dari kebangkrutan.

Juni lalu, Khazanah Nasional menyatakan akan mengumumkan langkah yang diambil untuk menyelamatkan Malaysia Airlines dalam waktu 6-12 bulan ke depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi keuangan Malaysia Airlines selalu merugi. Dua musibah yang dialami pada tahun ini membuat kondisi finansial maskapai milik pemerintah itu semakin berdarah-darah. (News)

Load More