Suara.com - Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa menyatakan optimistis Komunitas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang telah diinisiasi sejak 2003 berhasil diwujudkan.
"Saya yakin ASEAN memiliki kemampuan dan kekuatan untuk membangun komunitas ASEAN," ujarnya dalam pidato yang disampaikan pada peringatan Hari Jadi ASEAN ke-47 di ASEAN Secretariat, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Pembentukan komunitas ASEAN, menurut Marty, menjadi komitmen dan fokus bersama, sehingga semua penduduk ASEAN harus dengan giat bekerja sama mewujudkannya.
Di hadapan perwakilan negara-negara ASEAN, ia mendorong pemerintah di seluruh negara anggota untuk lebih terbuka dan saling menunjukkan kepedulian pada perkembangan negara masing-masing.
Menurut dia, kendala terbesar yang harus dihadapi yaitu bagaimana menumbuhkan rasa saling memiliki sebagai satu komunitas, bukan lagi 10 negara berbeda melainkan satu keluarga.
Pada kesempatan itu, Menlu juga menegaskan bahwa pelaksanaan demokrasi dan transformasi di Indonesia berkaca pada transformasi ASEAN itu sendiri.
Pembuatan dan pelaksanaan kebijakan di Indonesia yang cenderung "ASEANsentris" juga menggambarkan betapa dekatnya hubungan perkembangan Indonesia dan ASEAN dalam cara yang positif.
Lelaki berkacamata itu pun menggarisbawahi peluang ASEAN untuk berperan di tataran global dengan peresmian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.
"Saya percaya ASEAN memiliki kualitas yang tak dimiliki negara-negara lain dan dengan itu bisa membawa ASEAN ke tujuan apapun yang kita mau," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Ini Pertimbangan Prabowo
-
John Herdman Punya Cara Supaya Timnas Indonesia Menjadi Raja di ASEAN
-
John Herdman Incar Juara FIFA ASEAN Cup, Panggil Pemain Terbaik Timnas Indonesia
-
Indonesia Bidik Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Segera Kirim Surat ke FIFA
-
Usai Bertemu Presiden, John Herdman Fokus Persiapkan Timnas Indonesia Hadapi Dua Kompetisi Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026