Suara.com - Perusahaan minuman raksasa Amerika berjanji akan membantu pemerintah dalam kampanye perang melawan obesitas. Tiga perusahaan minuman itu adalah Coca-Cola, Pepsi Co dan Dr. Pepper Snapple.
Pemerintah Amerika tengah melakukan kampanye untuk mengurangi konsumsi kalori sebesar 20 persen hingga 2025. Cara yang dilakukan oleh perusahaan soft drink tersebut antara lain dengan membuat botol minuman yang lebih kecil, lebih banyak air dan bahan rendah kalori atau non kalori kepada masyarakat.
Cara itu diyakini bisa mengurangi konsumsi masyarakat dalam meminum minuman dengan kandungan gula. Mereka juga bersedia untuk mempublikasikan jumlah kalori di mesin penyedia minuman, supermarket dan juga etalase lain yang disediakan oleh perusahaan tersebut.
Pernyataan perusahaan soft drink itu disampaikan dalam acara yang diselenggarakan oleh Clinton Global Initiative di New York, Amerika Serikat. Mereka juga akan memberikan anjuran kepada konsumen untuk mengurangi konsumsi minuman yang mengandung gula dan mempromosikan kesadaran terhadap kalori.
Tujuan utamanya adalah mengurangi kalori dari minuman sebesar 20 persen setiap orang dalam satu dekade. Inisiatif itu datang dari Coca-Cola dan PespiCo yang mulai kesulitan dalam menjual produknya. Penjualan Coca-Cola di Amerika Utara dikabarkan stagnan pada kuartal terakhir. (AFP/CNA)
Berita Terkait
-
Pecah! Festival Sepak Bola Rakyat 2026 di Makassar Sukses Sedot Perhatian Ratusan Peserta
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya