Suara.com - Tata kelola perikanan di Tanah Air dinilai Manajer Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Zenzi Suhadi masih lemah karena merajalelanya penangkap ikan ilegal kapal asing.
"Hal tersebut dikarenakan lemahnya keterpaduan sistem, integritas aparatur dan kapasitas armada pengawasan sehingga ikan-ikan di Indonesia banyak diambil oleh kapal ikan asing," kata Zenzi.
Menurutnya masalah tersebut menyebabkan sistem pemantauan dan pembinaan kapal perikanan tidak berjalan efektif.
Selain itu ketidakjelasan dan tumpang tindih wewenang penguasaan terjadi serta keberpihakan dan ketergantungan negara terhadap investasi asing dan ketidakadilan mendera nelayan tradisional.
Ia menambahkan pelayanan dan akses informasi publik terkait perizinan kapal-kapal perikanan tidak disediakan oleh pemerintah yang menjadikan sempitnya partisipasi publik untuk mengawasi kegiatan itu.
Hal-hal yang perlu ditempuh untuk mengatasi penangkapan ikan ilegal itu adalah membina dan melibatkan nelayan dan organisasi nelayan tradisional sebagai pengawas di laut.
Kemudian ia mengatakan pemerintah perlu melakukan pembenahan sistem perizinan dan pemantauan terhadap kapal-kapal ikan skala industri yang dapat diakses publik.
"Penanganan penangkapan ikan ilegal ini memerlukan komitmen dan tindakan nyata dari pemerintah serta harus melibatkan masyarakat nelayan tradisional dan skala kecil agar sistem pengawasan menjadi terbuka.
Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2014, negara mengalami kerugian hingga Rp101 triliun akibat penangkapan ikan ilegal. Volume ikan yang dicuri setiap tahunnya dari laut Indonesia dieprkirakan mencapai 1,6 juta ton. (Antara)
Berita Terkait
-
Gus Lilur Serukan Tritura Nelayan, Desak Prabowo Bentuk Satgas Khusus Berantas Penyelundupan BBL
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
-
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO