- Kondisi lalu lintas di PPN Muara Angke sangat tersendat akibat penumpukan ribuan kapal sejak November 2025.
- Kapasitas normal pelabuhan hanya 500 kapal, namun lonjakan mencapai 2.564 kapal akibat cuaca ekstrem dan izin baru.
- Pemprov DKI Jakarta berencana menambah dermaga, mengeruk kolam labuh, serta mengoordinasikan penghentian izin pangkalan baru.
Suara.com - Kondisi lalu lintas di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, kini sedang mengalami ketersendatan yang cukup pelik.
Penumpukan ribuan kapal nelayan tersebut mengakibatkan aktivitas pelabuhan nyaris lumpuh total dan menghambat mobilitas ekonomi warga pesisir viral di media sosial.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @vlogwargajkt pada Selasa (27/1/2026), armada nelayan tampak berdesakan dan tersusun tidak beraturan hingga menutup alur keluar-masuk kapal.
Tokoh Masyarakat Nelayan Muara Angke, James Willing, menyatakan bahwa keluhan mengenai kepadatan ini sebenarnya sudah disampaikan sejak lama kepada pihak pengelola.
Lebih lanjut, James menyebutkan bahwa fenomena membeludaknya jumlah kapal ini telah berlangsung secara bertahap sejak November 2025 lalu.
"Sekarang sudah tidak memungkinkan, banyak kapal yang tidak bisa berangkat ke laut," katanya lagi.
Selain menghambat aktivitas melaut, kepadatan yang ekstrem ini memicu kekhawatiran besar terkait risiko keselamatan, terutama ancaman kebakaran di kolam labuh.
Menanggapi karut-marut di Muara Angke, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, memberikan penjelasan mengenai penyebab lonjakan armada tersebut.
Hasudungan menjelaskan bahwa kapasitas normal tambat labuh di PPN Muara Angke sebenarnya hanya berkisar antara 400 hingga 500 unit kapal saja.
Baca Juga: Pelni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Apa Saja?
"Sejak terjadi cuaca ekstrim di Jakarta, jumlah kapal yang bersandar mencapai 2.564 kapal," terangnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).
Lonjakan ini juga dipicu oleh adanya penambahan rekomendasi pangkalan terhadap 400 kapal baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sepanjang tahun 2025.
"Jumlah kapal yang melebihi kapasitas menyebabkan sempitnya ruang gerak kapal dan menyulitkan kapal keluar masuk pelabuhan," lanjut Hasudungan.
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah dermaga baru sepanjang 120 meter yang diproyeksikan mampu menampung 600 kapal.
Dinas KPKP DKI Jakarta juga akan melakukan pengerukan kolam labuh di kawasan Kaliasin dan Kaliadem guna memperluas ruang tambat bagi 400 kapal lainnya.
Koordinasi dengan KKP pun kini tengah diupayakan agar pemberian izin pangkalan baru dapat dihentikan sementara waktu demi mengurai kepadatan yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
Penumpang Terminal Jombor Naik 10 Persen Jelang Lebaran, Tiket Bus Sumatera Ludes
-
Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
-
Dituduh Daily Mail Punya Rumah Mewah di London, Motjaba Khamenei Tinggal di Kontrakan
-
Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Senen, Hiburan Musik Jalanan Hibur Para Pemudik
-
Penumpang KA dari Jakarta Tembus 50 Ribu Orang per Hari, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret
-
Agar Pelaku Segera Tertangkap, TAUD Minta Polisi Lacak Sinyal di Lokasi Penyiraman Andrie Yunus
-
388 Motor Pemudik Jakarta Diangkut Truk ke Solo, Semarang, Yogyakarta
-
KPK Sita Mobil dan Uang SGD 78 Ribu Terkait Kasus Bea Cukai
-
Kemendagri Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok Tetap Terjaga Menjelang Idulfitri 2026
-
Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Bedah 86 CCTV dan 10 Ribu Menit Rekaman