Suara.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan mulai prihatin dengan kondisi politik nasional yang terus memanas pascapemilihan presiden lalu yang dikhawatirkan mempengaruhi dunia investasi.
"Ego elite politik karena berkubu-kubu akan merusak dunia investasi di negeri ini dan semoga saya bersama teman-teman pengusaha salah menilainya," ujar Ketua HIPMI Sulsel Amirullah Abbas di Makassar, Senin (6/10/2014).
Ia mengatakan, situasi perpolitikan di Indonesia menjadi sorotan dan perbincangan di mana-mana, bahkan masyarakat juga ikut mengkritisi adanya situasi yang terjadi ini.
Para pengusaha melihat ketidakpastian pemerintah yang terkadang kacau lantaran tidak mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Itu pula yang kini menjadi kekhawatiran pengusaha.
"Tidak bersatunya para elite menjadi kekhawatiran pengusaha. Makanya kami berharap elite politik bersatulah untuk pembangunan bangsa ini karena nasib bangsa ini dipertaruhkan dengan kondisi sekarang ini," katanya.
Amirullah berharap persoalan politik jangan sampai menganggu dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi, apalagi pertumbuhan ekonomi di negeri ini cukup bagus selama satu dekade terakhir.
"Jangan sampai ranah politik mengganggu pertumbuhan ekonomi. Situasi politik bisa mempengaruhi semuanya tanpa terkecuali dunia investasi yang skalanya nasional," katanya.
Menurut dia, hal tersebut patut diperhatikan sebab dari persoalan Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) memang terlihat ada ketidakberimbangan. Nah, jika kondisi ini terus berlangsung maka secara otomatis akan menimbulkan keresahan di dunia usaha.
"Tentunya ini harus menjadi perhatian serius karena di dalam menjalankan dunia usaha perlu ada kepastikan hukum, kepastian kebijakan dan stabilitas pemerintahan," ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
Menteri Maman: Masalah UMKM Bukan Modal, Tetapi Barang Impor China
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam