Suara.com - Setelah dua hari sempat bertengger di level 5000an, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terlempar dari batas psikologis itu. Pada perdagangan Rabu (8/10/2014) ditutup melemah sebesar 74,32 poin (1,5 persen) ke posisi 4.958,51. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 15,03 poin (1,80 persen) ke posisi 837,36.
Pelemahan IHSG seiring dengan bursa saham global setelah keluarnya laporan proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional (IMF).
"Laporan IMF itu menjadi salah satu faktor penggerak bagi bursa saham global ke area negatif," kata Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.
Kondisi itu, lanjut dia, mendorong pelaku pasar saham asing kembali melakukan lepas saham. Dalam data perdagangan BEI, investor asing mengakumulasi jual bersih sebesar Rp232,207 miliar pada Rabu ini.
Kendati demikian, ia mengharapkan kinerja emiten pada periode kuartal III 2014 yang sedianya akan segera dirilis dapat menjadi sentimen positif bagi laju indeks BEI ke depannya. Sejauh ini, proyeksinya masih cukup positif.
Sementara itu, dalam riset Sinarmas Sekuritas mengemukakan bahwa pada hari Kamis (9/10/2014), IHSG diprediksi akan bergerak melemah di kisaran level 4.933-4.973 poin.
"Indeks BEI akan dipengaruhi oleh sentimen global dari hasil laporan lengkap pertemuan The Fed di bulan September 2014," paparnya.
Di sisi lain, dipaparkan bahwa pergerakan IHSG BEI juga akan dipengaruhi oleh pelaku pasar yang kembali mengantisipasi kelanjutan pascasidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI hingga pelantikan pemerintah baru pada 20 Oktober 2014. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%
-
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan
-
Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan