Suara.com - Pengamat pasar modal Indonesia Andrew Argado menilai bahwa kondisi politik di dalam negeri yang kurang kondusif membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa hari terakhir bervariasi.
"Saat ini, investor cenderung masih khawatir terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam menjalankan program-programnya nanti dapat terkendala, hal itu karena dukungan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang cenderung minim," kata Andrew Argado yang juga Kepala Riset Recapital Securities di Jakarta, Selasa (7/10/2014).
Dia mengatakan bahwa bervariasinya pergerakan indeks BEI juga dikarenakan sebagian investor masih menunggu realisasi program-program pemerintahan baru nanti.
"Kepastian realisasi program menjadi salah satu acuan bagi investor untuk menempatkan dananya di pasar modal," ucapnya.
Sejauh ini, menurut Andrew Argado, program pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla cukup disukai investor pasar modal Indonesia, terutama mengenai infrastruktur yang akan menjadi fokus utamanya.
Andrew Argado mengharapkan agar investor tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu. Selama kebijakan yang dikeluarkan pemerintah baru nanti pro rakyat, tentu DPR akan menyetujuinya.
"Investor harus yakin bahwa presiden baru dapat menjalankan programnya dengan baik," ucapnya.
Sementara itu, Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menilai bahwa sentimen politik cenderung mulai sedikit mereda, hal itu terlihat dari jelang pemilihan pimpinan MPR yang sejauh ini berjalan kondusif dibandingkan pemilihan pimpinan DPR sebelumnya.
"Suhu politik yang tidak terlalu panas akan membuat psikologis memandang positif terhadap industri investasi di Indonesia," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina