Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan tim pemerintahan terpilih periode 2014-2019 memberi sinyal akan terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada November 2014.
"Informasi yang saya terima dari pemerintahan yang berikut, Insya Allah, rencananya November, mereka akan menaikkan harga BBM," kata Chairul usai menghadiri acara Komite Ekonomi Nasional mengenai prospek Ekonomi 2015 di Jakarta, Jumat (17/10/2014) malam.
Dengan kenaikan harga BBM, menurut Chairul, konsumsi BBM diperkirakan dapat berkurang. Sehingga kuota BBM bersubsidi baik premium dan solar sebesar 46 juta kiloliter, dapat tidak terlampaui.
"Demand-nya akan berkurang," ujar dia.
Jika harga BBM dinaikkan, lanjut Chairul, pemerintah mendatang yang akan membuat program kompensasi untuk dampak ekonomi dan sosial. Pemerintah sekarang, kata dia, hanya mengalokasikan dana kompensasi sebesar Rp5 triliun dalam APBN-Perubahan 2014.
Presiden terpilih Joko Widodo yang akan dilantik 20 Oktober 2014, sebelumnya enggan memastikan waktu harga BBM dinaikkan. Jokowi juga mengaku masih mengkaji besaran kenaikan BBM, dengan beberapa opsi kenaikan harga dari naik Rp500 hingga Rp3.000.
"Baru dalam proses hitung-hitungan. Berapa kenaikan juga belum ditentukan, kapannya juga belum," ujar Jokowi, akhir September lalu.
Padahal, kalangan ekonom menyarankan Jokowi sebaiknya menaikkan harga BBM pada 2014 untuk menegaskan komitmen kepada pasar bahwa Indonesia akan benar-benar melakukan reformasi struktural.
Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan sentimen negatif akan timbul dari pasar finansial jika Jokowi baru menaikkan harga BBM pada 2015.
Menurut dia, dampak inflasi dan tekanan ekonomi masyarakat jika harga BBM naik November 2014, hanya bersifat sementara, namun dampak positif terhadap perekonomian akan mulai terasa pada 2015.
Misalnya, laju inflasi dan defisit neraca transaksi berjalan pada 2015 akan lebih terkendali akibat kenaikan harga BBM pada 2014.
Perinciannya, jika harga BBM dinaikkan dengan besaran Rp3.000 pada November 2014, pemerintah dapat menghemat total pengeluaran sebesar RP141 triliun secara akumulasi tahunan.
Memang, katanya, inflasi tahunan pada 2014 akan melonjak menjadi 8,47 persen, dan pertumbuhan ekonomi akan terkoreksi dari 5,3 persen menjadi 5,23 persen.
"Namun dengan sudah dinaikkannya BBM pada 2014, pada 2015 kita perkirakan inflasi dapat ditahan di 5,22 persen, rasio CAD (defisit transaksi berjalan) dibanding PDB juga akan turun," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
UMKM Menjerit! Barcode BBM Subsidi Diblokir Tiba-tiba, PDIP Desak Pemerintah Transparan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
Terkini
-
Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri
-
Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil
-
Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR
-
Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya
-
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?
-
IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket