Suara.com - Budaya konsumerisme dinilai sebagai penghalang berkembangnya industri asuransi di Indonesia. Bentuknya yang tak terlihat dan manfaat yang tak bisa langsung dirasakan membuat banyak warga Indonesia merasa belum membutuhkan sebuah asuransi.
"Asuransi itu kan barang tidak terlihat. Jadi banyak yang lebih memilih membeli iPhone 6 dibandingkan membeli asuransi," ujar Chief Distribution Officer PT. Sun Life Financial Indonesia, Elin Waty, di Jakarta, Rabu (22/10/2014).
Perkembangan kelas menangah yang semakin pesat pun, lanjutnya, tidak memberikan pengaruh besar terhadap industri asuransi.
Karena sebagian besar warga yang 'naik kelas' tersebut lebih memilih untuk memoles penampilan.
"Maunya memperbaiki taraf hidup dulu, jalan-jalan dulu, beli baju bagus dulu," katanya.
Selain itu, stigma bahwa membayar polis asuransi mahal pun masih beredar di masyarakat. Padahal menurut Elin, produk asuransi beragam dengan berbagai pilihan harga.
Sementara itu, President Director PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) dan Country Manager Sun Life Financial Group di Indonesia, Eddy Belmans optimistis industri asuransi di Indonesia akan terus berkembang.
Dia menyebut, industri asuransi 'memulai' dengan angka yang tidak besar yakni 10 juta pemegang polis asuransi.
"Dan jelas, angka tersebut masih akan berkembang. Di Indonesia sendiri potensinya masih besar," katanya. (Deny Yuliansari)
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh
-
IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?
-
Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung
-
Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara
-
Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA
-
Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya
-
Prabowo dalam Tekanan! Media Asing Sebut Anies Baswedan Saat Rupiah dan IHSG Kompak Jebol
-
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!