Suara.com - Kemunduran minyak mentah dunia telah mengirim pasar ekuitas global jatuh, mendorong yen menguat dan memukul pasar negara berkembang dengan rupiah Indonesia melemah ke terendah baru dalam 16 tahun terakhir pada Selasa, (16/12/2014).
Rupiah Indonesia merosot ke serendah 12.864 terhadap dolar, setelah jatuh pada Senin menjadi 12.713,5, terendah sejak Agustus 1998, selama krisis keuangan Asia.
Unit Indonesia diperdagangkan pada 12.772,00 terhadap dolar dalam perdagangan sore di Tokyo.
Seperti mata uang negara berkembang lainnya, rupiah telah terpukul oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi Amerika yang telah menyebabkan ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada tahun depan, mendorong investor kembali ke pasar AS yang relatif aman. Bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa.
Kurs dolar AS juga mencapai rekor baru terhadap rubel di perdagangan Asia, karena jatuhnya harga minyak dan ketegangan geopolitik mengempaskan ekonomi Rusia, sementara kekhawatiran tentang prospek global mendorong investor melarikan diri ke investasi yang aman.
Bank sentral Rusia pada Selasa pagi menaikkan suku bunga dari 10,5 persen menjadi 17 persen untuk menghentikan kemerosotan rubel, yang telah menjadi negara yang terpukul oleh kejatuhan harga minyak dan sanksi Barat untuk dukungan Moskow kepada separatis Ukraina. Di Asia pada Selasa sore dolar dibeli 60,27 rubel.
Rusia telah memperingatkan perekonomian bisa berkontraksi hampir lima persen pada tahun depan.
"Harga minyak terus merosot, dan itu sekarang mengkhawatirkan Rusia, yang pada dasarnya negara pengekspor minyak," Yoshihiro Okumura, manajer umum di Chibagin Asset Management, mengatakan kepada Dow Jones Newswires.(AFP/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor
-
Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK
-
Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu
-
Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok
-
Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini