Suara.com - Pemerintah telah memberikan kenaikan remunerasi atau gaji untuk pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu, dari level bawah hingga pimpinan, contohnya gaji Dirjen Pajak naik menjadi Rp 100 juta per bulan).
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan, kenaikan remunerasi atau gaji dinilai akan mampu mendorong pegawai pajak kerja lebih keras, dari penandatangan komitmen pencapaian target kinerja.
"Kita sudah tandatangan komitmen target kinerja," sebut Mardiasmo di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Dalam komitmen tersebut, Mardiasmo mengungkapkan, akan tertera dalam hukum reward and punishment bagi pegawai. Jika nantinya kinerjanya berada di bawah ketentuan maka diberikan punishment atau bahkan sampai dipecat.
"Jadi sudah dikasih reward harus diikuti dengan punishment. Kalau ada pegawai yang nakal langsung kita pecat," ungkapnya.
Mardiasmo menjelaskan, bila diketahui pegawainya terlibat pidana, maka harus bisa langsung dipecat.
"Iya (dipecat). Apalagi dia ada perbuatan pidananya. Kalau perlu kita berikan dia ke penegak hukum. Kita ingin kebangkitan pajak dan pembuktian," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan