Suara.com - Warga Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan menolak pembangunan apartemen mewah Lexington yang dibangun di kawasan padat penduduk. Salah satu warga, Eros Jarot mengatakan, pembangunan apartemen itu ilegal karena belum mempunyai izin amdal.
“Jadi mereka belum dapat izin amdal tetapi sudah bisa langsung menawarkan apartemen itu kepada masyarakat. Bukan itu saja, mereka juga melakukan tes kebisingan sebelum mulai membangun. Kami sudah beberapa kali menanyakan kepada mereka tentang izin amdal dan mereka mengatakan belum ada,” kata Eros kepada suara.com melalui sambungan telepon, Selasa (17/2/2015).
Eros mengatakan, warga sudah melaporkan masalah ini kepada Ombudsman Republik Indonesia. Kata dia, warga berharap Ombudsman RI bisa mengeluarkan keputusan untuk membatalkan izin pembangunan apartemen tersebut.
Penolakan warga sudah berlangsung sejak tahun lalu. Apartemen itu terletak di jalan Deplu Raya,Bintaro. Apartemen itu dibangun dengan dua tower dan mempunyai 30 lantai dan akan mempunyai sekitar 300 kamar.
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global