- Survei Sun Life menunjukkan 77 persen responden Indonesia berencana bekerja setelah pensiun karena beragam motivasi pribadi dan finansial.
- Alasan utama bekerja lebih lama adalah kebutuhan finansial (71 persen) dan pemenuhan tujuan hidup serta stimulasi mental (48 persen).
- Perencanaan pensiun di Indonesia masih minim, dengan hanya 38 persen responden merasa sangat percaya diri dengan kesiapan finansial mereka.
Suara.com - Masa pensiun tak lagi identik dengan berhenti bekerja sepenuhnya. Survei terbaru Sun Life bertajuk 'Retirement Reimagined: Asia’s Retirement Divide' mengungkapkan sebanyak 77 persen responden di Indonesia memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Temuan ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap pensiun. Namun di balik angka tersebut, tersimpan dua realitas berbeda: sebagian bekerja karena pilihan, sementara lainnya karena tekanan kebutuhan finansial.
Sebanyak 48 persen responden menyebut rasa memiliki tujuan hidup dan pemenuhan diri sebagai alasan tetap bekerja. Persentase yang sama juga menyebut pentingnya menjaga hubungan sosial, sementara 36 persen ingin tetap mendapatkan stimulasi mental.
Namun, faktor ekonomi menjadi alasan dominan. Sebanyak 71 persen responden mengaku membutuhkan tambahan penghasilan untuk mendukung biaya hidup sehari-hari dan menjaga keamanan finansial jangka panjang.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan terdapat dua kelompok besar dalam kesiapan pensiun masyarakat.
"Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi," ujarnya seperti dikutip, Juma (13/2/2026).
Dalam riset tersebut, Sun Life mengelompokkan responden menjadi dua kategori, yakni Gold Star Planners dan Stalled Starters. Kelompok pertama merupakan individu yang telah merencanakan pensiun secara matang dan memiliki keamanan finansial.
Sementara, kelompok kedua cenderung menunda pensiun karena belum siap secara finansial.
Di tengah perubahan demografi, tantangan ini dinilai semakin mendesak. Indonesia memiliki sekitar 30,9 juta penduduk berusia 60 tahun ke atas pada 2023 atau sekitar 11,1 persen dari total populasi. Jumlah itu diproyeksikan melonjak menjadi 64,9 juta orang pada 2050, atau setara 20,5 persen populasi.
Baca Juga: Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45
Meski populasi lansia meningkat, perencanaan pensiun dinilai masih minim.
Sebanyak 24 persen responden mengaku tidak membuat rencana apa pun sebelum pensiun, dan 34 persen baru mulai menyusun rencana dua tahun sebelum berhenti bekerja penuh waktu. Hanya 38 persen yang merasa sangat percaya diri dengan rencana pensiun mereka.
Survei ini juga menemukan bahwa keamanan finansial menjadi kunci optimisme terhadap masa pensiun. Di antara responden yang menantikan masa pensiun, 60 persen menyebut rasa aman secara finansial sebagai faktor utama.
Albertus menekankan pentingnya perencanaan pensiun sejak dini agar masa pensiun menjadi pilihan, bukan keterpaksaan.
"Semakin banyak orang Indonesia yang hidup lebih panjang. Perencanaan pensiun yang matang akan menentukan apakah bekerja di usia lanjut menjadi pilihan yang membahagiakan atau justru beban karena tekanan ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
-
Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Pengembangan LNG Abadi Masela
-
Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM
-
Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan
-
Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel
-
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
-
Digilas Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah Terus Lemas
-
Sempat Menguat, IHSG Berujung Terkoreksi ke Level 7.048
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya